Jaga Bumi, Kemala Bhayangkari Kaltim Gandeng Sekolah Edukasi Ubah Sampah Jadi Emas

Murid memilah sampah dan menyetorkan ke Bank Sampah Induk binaan Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

Diterbitkan 03 Mei 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Kalimantan Timur, Natasha Endar Priantoro menuturkan, pentingnya kerja sama antara murid, guru, dan orang tua dalam menjaga kelestarian bumi serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus mendatangkan nilai ekonomi. Hal itu disampaikan dalam rangka kolaborasi menjaga bumi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.

"Murid dan orang tua SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan memulai program ini dengan aktif bekerja sama memilah sampah di rumah dan lingkungan sekolah. Kemudian menyetorkan hasil pilahan ke Bank Sampah Induk “Kota Hijau” yang merupakan binaan Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang masih bernilai dalam bentuk sejumlah uang," kata Natasha, Minggu (3/5/2026).

Natasha menyatakan, kegiatan dilakukan tidak berhenti sampai menerima keuntungan dari sampah yang masih bernilai. Sebab nantinya, hasil yang didapatkan bisa ditabung dan diinvestasikan melalui program tabungan emas di Pegadaian.

"Harga emas cenderung naik dalam jangka panjang, dan likuiditasnya tinggi," jelas dia.

 

Kolaborasi

Natasha berharap, kolaborasi antar pihak bisa menambah aktivitas positif di SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan. Ke depan, seluruh sampah yang masih memiliki nilai seperti botol plastik, kertas, karton, kaleng, dan lain lain, yang dikumpulkan akan dicatat di masing-masing buku tabungan murid.

"Setiap hari Kamis, Bank Sampah Induk “Kota Hijau” akan datang untuk melakukan penimbangan, pecatatan dan penaksiran nilai. Hasilnya, menjadi tabungan emas di Pegadaian," dia menandasi.

Sebagai informasi, pada tahun 2012 SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dari pemerintah atas perannya mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Hingga hari ini, status sekolah Adiwiyata Mandiri masih dipertahankan sampai sekarang. Caranya, dengan terus mempraktikan kebiasan baik yang ramah lingkungan.

Diketahui, sesuai dengan kurikulum muatan lokal PKLH (Pendidikan Kebersihan dan Lingkungan Hidup. Siswa kelas 5 SD Kemala Bhayangkari 01, diedukasi hingga mampu mengelola sampah organik menjadi kompos. Diperkuat dengan praktik baik pembentukan Bank Sampah Unit “Pelita” di lingkungan SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan, diharapkan penghargaan Adiwiyata Mandiri yang telah diraih makin kuat dipertahankan.