Komisi IX Bakal Minta Penjelasan BGN soal Insentif SPPG

Dia mengingatkan kembali bahwa tujuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah perbaikan gizi anak.

Diterbitkan 29 April 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DPR akan meminta penjelasan BGN terkait insentif Rp 6 juta/hari untuk SPPG bermasalah.
  • Kebijakan ini dianggap pemborosan, padahal 3.778 SPPG ditutup.
  • Potensi penghematan Rp 317 M bisa untuk pendidikan/kesehatan.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris akan meminta penjelasan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai insentif Rp 6 juta per hari yang tetap digelontorkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.

Dia menilai kebijakan itu merupakan penghamburan terhadap uang negara karena membiayai unit-unit yang sedang tidak beroperasi setelah melakukan pelanggaran. Terlebih lagi, kata dia, pemerintah kini tengah mengedepankan efisiensi dan penghematan di segala lini.

"Kami akan meminta penjelasan dari Kepala BGN untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang sangat menyita perhatian publik ini dalam rapat kerja mendatang," kata Charles di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (29/4).

Berdasarkan informasi yang ia dapat, menurut dia, jumlah dapur yang telah ditutup berjumlah 3.778 unit. Jika ribuan SPPG itu ditutup selama dua pekan sana, dia menilai seharusnya negara bisa menghemat Rp 317 miliar.

Menurut dia, dana sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk program pendidikan atau meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan di garda terdepan. Dia menilai membiayai unit SPPG yang tengah disanksi adalah upaya yang percuma.

 

Ingatkan Tujuan MBG

Dia pun mengingatkan kembali bahwa tujuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah perbaikan gizi anak, bukan justru berbagi-bagi proyek.

"Jangan sampai esensi untuk memperbaiki gizi rakyat itu justru dikhianati oleh manajemen yang tidak baik," ujar Charles.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6