Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memukul telak nadi ekonomi lokal di Kabupaten Sukabumi. Bukan karena serangan fisik, melainkan lonjakan harga kemasan plastik yang meroket hingga tiga kali lipat.
Kenaikan drastis ini membuat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kian terhimpit di antara biaya produksi yang membengkak dan daya beli masyarakat yang stagnan.
Keresahan ini dirasakan langsung oleh Dian Hardiani, warga Kecamatan Ciemas sekaligus pemilik merek dagang Sanca (Sagala Olahan Cau). Produk keripik pisang unggulannya kini terancam berhenti produksi akibat tingginya biaya pengemasan.
Advertisement
Menurut Dian, kondisi ini merata dirasakan oleh rekan sejawatnya yang kini lebih memilih berhenti produksi kecuali jika ada pesanan besar.
"Iya banyak terdampak juga bahkan semua rekan pada ngeluh dari plastik, minyak juga ya merek kebanyakan belum mulai produksi kalau produksi pun ada PO orderan langsung. Kalau untuk produksi berkelanjutan off gitu," ungkap Dian saat diwawancarai, dikutip Rabu (8/4/2026).
Dian mengaku kebingungan mencari solusi praktis. Baginya, mengurangi porsi atau gramasi produk bukan perkara mudah karena akan memakan biaya tambahan untuk mencetak ulang stiker kemasan.
"Untuk mengakali dari penjualan kalau untuk merubah gram-an kayaknya saya gak bisa, mungkin kalau modalnya besar bisa-bisa aja biar dia cetak lagi stiker itu dikurangi ukuran gram rekan yang lain mah,” ungkapnya.
“Gak tahu ngakalinnya gimana, masa harus dibungkus daun pisang gitu kan produknya kayaknya gimana juga ya," tambahnya.
Upaua Pemkab Sukabumi
Menanggapi jeritan para pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Koperasi dan UMKM (DKUKM) menyatakan tidak tinggal diam.
Kepala Dinas KUMKM, Sri Hastuty Harahap, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji berbagai solusi untuk menjaga daya saing produk lokal.
"Kami memahami bahwa kenaikan harga kemasan plastik menjadi salah satu kendala bagi pelaku UMKM dalam menjaga efisiensi biaya produksi dan daya saing produk,” jelas Sri Hastuty.
Ia menuturkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM berkomitmen untuk hadir memberikan solusi dan pendampingan agar pelaku UMKM tetap dapat berkembang dan bertahan di tengah tantangan tersebut.
Sebagai langkah nyata, dinas akan mendorong UMKM bergabung dalam koperasi untuk melakukan pembelian kemasan secara kolektif (bulk) agar harga lebih murah.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kenaikan harga bahan baku, distribusi, serta dinamika pasar global," tambah dia.
Selain itu, DKUKM juga mengkoordinasikan langkah strategis dengan menghubungkan UMKM langsung ke distributor besar melalui Disdagin, serta mulai mengenalkan kemasan alternatif seperti kertas food grade atau bahan biodegradable.
Sri Hastuty juga menekankan beberapa langkah kebijakan pendukung lainnya.
"Kita (Dinas) juga akan mengupayakan subsidi kemasan sesuai ketersediaan anggaran daerah, mendorong penyederhanaan desain kemasan namun tetap menarik dan menyampaikan aspirasi daerah ke tingkat pusat demi stabilitas harga bahan baku," tambah Sri Hastuty.
Pemerintah berharap dengan kolaborasi yang kuat, UMKM di Kabupaten Sukabumi tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu berinovasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang sedang berlangsung.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426197/original/096914600_1764295455-Camilan_pedas.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551637/original/043590500_1775732047-Pedagang_di_Pasar_Senen-9_April_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296970/original/020664500_1784037178-Jumhur_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3166525/original/099193000_1593520006-20200630-Nasib-Pedagang-Plastik-Jelang-Pemberlakuan-Larangan-Kantong-Sekali-Pakai-IQBAL-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258830/original/011491900_1781413200-IMG_3403.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8039215/original/012921000_1780881327-WhatsApp_Image_2026-06-07_at_8.18.33_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554602/original/063147100_1776079707-IMG-20260413-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672883/original/052809700_1778512971-image__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551128/original/020440500_1775718906-industri_petrokimia_1.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568436/original/043916200_1777359168-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-28_April_2026a.jpg)