Liputan6.com, Jakarta - Tiga wisatawan nyaris menjadi korban keganasan arus laut di kawasan pantai selatan Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi 3 April 2026.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di wilayah Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari ini kembali menegaskan bahaya arus balik (rip current) yang kerap mengintai wisatawan.
Peristiwa bermula saat ketiga wisatawan tersebut tengah menikmati deburan ombak di tepian pantai. Tanpa disadari, mereka melangkah terlalu jauh ke tengah laut. Dalam hitungan detik, arus kuat langsung menyeret tubuh mereka menjauh dari bibir pantai.
Advertisement
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Surisdiyanto menjelaskan, karakter arus di pantai selatan memang tidak selalu terlihat, namun memiliki daya tarik yang sangat kuat.
"Arus balik itu sering tidak tampak dari permukaan. Tiba-tiba datang dan langsung menarik korban ke tengah. Itu yang terjadi pada tiga wisatawan ini," ujar Surisdiyanto.
Ia menambahkan, dalam kondisi panik, dua korban masih mampu menyelamatkan diri dengan berenang ke arah tepi pantai. Namun satu korban sempat tenggelam sebelum akhirnya kembali muncul ke permukaan.
"Dua korban berusaha berenang dan berhasil mendekati bibir pantai. Satu korban sempat tenggelam, itu yang membuat situasi cukup menegangkan," ucap Surisdiyanto.
Â
Picu Kepanikan Warga dan Pengunjung Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535747/original/038742900_1774106146-apel_kesiapsiagaan_pengamanan_wisata_Satlinmas_Rescue_Istimewa_se-DIY_di_Pantai_Siung.jpeg)
Kejadian tersebut sontak memicu kepanikan warga dan pengunjung lain di sekitar lokasi. Laporan segera diteruskan kepada tim SAR yang bersiaga di kawasan pantai.
Tim SAR Satlinmas Pantai Drini pun langsung bergerak cepat menuju lokasi menggunakan perahu penyelamat. Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah hempasan ombak dan kuatnya arus laut.
"Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju titik lokasi. Kami harus bergerak cepat karena kondisi arus cukup kuat dan membahayakan," kata Surisdiyanto.
Ia menegaskan, petugas harus berjibaku melawan arus demi menjangkau para korban yang berusaha bertahan di tengah laut.
"Petugas menghadapi ombak dan arus yang cukup ekstrem. Tapi prioritas kami adalah keselamatan korban. Alhamdulillah semua berhasil dievakuasi," ucap Surisdiyanto.
Dalam kejadian tersebut, satu korban bernama Agung Abdullah (22), warga Perawang, Kecamatan Tualang, Riau, mengalami kondisi lemas setelah diduga menelan cukup banyak air laut.
"Korban atas nama Agung mengalami lemas karena sempat tenggelam dan banyak menelan air. Langsung kami berikan pertolongan pertama di lokasi," ungkap Surisdiyanto.
Â
Advertisement
Korban Dilarikan ke RS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294446/original/070707800_1753404669-20250615_140530.jpg)
Setelah mendapatkan penanganan awal, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Maulana Al Azhar (20) dan Raihan (21), warga Klaten, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.
"Mereka selamat dan tidak mengalami cedera berarti, hanya syok ringan," terang Surisdiyanto.
Surisdiyanto kembali mengingatkan, kawasan pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakteristik arus yang kuat dan berbahaya, terutama bagi wisatawan yang tidak memahami kondisi laut.
"Kami selalu mengimbau agar wisatawan tidak bermain air terlalu ke tengah. Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan," kata dia.
Ia juga menekankan bahwa arus balik merupakan salah satu ancaman paling berbahaya di pantai selatan karena sifatnya yang sulit dikenali.
"Rip current itu tidak terlihat, tapi sangat kuat. Sekali terseret, korban bisa langsung menjauh dari pantai dalam waktu singkat," terang Surisdiyanto.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para wisatawan agar tetap waspada saat berkunjung ke pantai. Keindahan alam pantai selatan, menurutnya, harus dinikmati dengan penuh kehati-hatian.
"Jangan sampai lengah. Keselamatan harus menjadi prioritas. Ikuti aturan, jangan nekat, karena risikonya bisa mengancam nyawa," pungkas Surisdiyanto.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4144620/original/059012700_1662108777-220901_6_Desa_Wisata_yang_Wajib_Dikunjungi_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546166/original/023873400_1775277099-Wisatawan_terseret_ombak_Gunungkidul.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104370/original/097375700_1783042219-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8468232/original/013921600_1782370463-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_12.48.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365895/original/014197400_1537769317-_71656757_wolvesafp__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256901/original/062548900_1781175153-1000037148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8138983/original/013374500_1780991168-1000331332.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2257312/original/081265500_1529695907-Wisata_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5924708/original/060472800_1778822596-Kepulauan_Seribu.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555703/original/043602500_1776194784-WhatsApp_Image_2026-04-14_at_18.03.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4014637/original/064186400_1651805684-20220505-_Keindahan_Pantai_Kelan_di_Samping_Bandara_Ngurah_Rai-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568986/original/099452600_1777424550-Bule.jpeg)