Hari-Hari Terakhir Kapten Zulmi: Sempat Bertukar Foto ke Keluarga Sebelum Akhirnya 'Lost Contact'

Kapten Zulmi, prajurit TNI asal Cimahi menjadi salah satu pasukan perdamaian yang gugur dalam serangan Israel di Lebanon.

Diterbitkan 01 April 2026, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Cimahi - Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, menjadi satu dari tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), di penghujung Maret 2026.

Keluarga mendiang Kapten Zulmi di Cimahi pun berbagi kenangan di hari-hari terakhirnya. Mereka sempat bertukar pesan singkat serta berbagi foto bersama sehari sebelum kabar lelayu itu diterima.

Disampaikan Risman Efendi, salah satu perwakilan keluarga, Kapten Zulmi diakui sebagai sosok yang selalu dirindukan sebab memang rutin merawat komunikasi selama bertugas di wilayah jauh.

"Rutin komunikasi, hampir setiap hari," kata Risman, Rabu (1/4/2026).

Sehingga, meski berjauhan, kehadiran Kapten Zulmi selalu dirasa erat dengan keluarganya. Tidak hanya prajurit yang berbakti pada negara, sosok suami sekaligus bapak dua anak itu pun dikenal sebagai yang sangat berbakti dan mencintai keluarganya.

Risman mengatakan, komunikasi terakhir antara keluarga dan Kapten Zulmi berlangsung secara hangat pada Minggu (29/3/2026), sehari sebelum kejadian. Kapten Zulmi sempat berkirim foto dirinya yang lengkap berseragam saat bertugas di Lebanon.

"Bahkan sempat kirim foto terakhir itu ya sebelum kejadian," katanya.

Keesokan harinya, Senin (30/3/2026), keluarga tak mendapatkan kabar. Sama sekali tak ada pesan di hari itu dari mendiang.

"Kami lost contact itu kemarin pas hari kejadian. Ini dia kirim foto terakhir pas sebelum kejadian," kata Risman sambil menunjukan fotonya di gawai.

Risman menyampaikan, pada Senin sore, keluarga tiba-tiba mendapat kabar gugurnya Kapten Zulmi, tapi belum berani memastikannya. Konfirmasi resmi akhirnya diketahui pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB.

"Adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar telah meninggal di Lebanon. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah," kata Risman Efendi.

Diakui Risman, pihak keluarga memang memendam kekhawatiran atas keselamatan mendiang khususnya saat konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat meningkat.

"Ya khawatir pastinya, soal keselamatan adik kami. Cuma ya bagaimana, namanya juga tugas dan panggilan negara,” katanya.

Kendati Kapten Zulmi kini telah gugur, tapi sosok dan kenangannya akan tetap hidup di hati sanak keluarga. Pihak keluarga pun, ditegaskan Risman, telah mengikhlaskan kepergian mendiang. 

"Kami sekeluarga sudah ikhlas, semoga adik kami diterima Allah SWT," tandas Risman.

Tunggu Pemulangan Jenazah

Hingga berita ditulis, pihak keluarga masih menunggu kabar resmi soal kepastian kepulangan jenazah Kapten Zulmi yang diketahui masih berada di daerah penugasan.

"Kami masih menunggu kabar pemulangan jenazah. Sampai sekarang belum ada informasi, jenazah masih di Lebanon," katanya.

Keluarga berharap proses pemulangan jenazah dapat segera dilakukan. Di tengah penantian itu, doa pun terus mengalir dari keluarga, kerabat, dan masyarakat yang turut berduka atas kepergian Kapten Zulmi. 

"Sejak kemarin malam sudah banyak para pelayat baik dari keluarga terdekat ataupun teman kerja istri almarhum," katanya.

Rencananya, sambung Risman, setelah jenazah tiba di tanah air, Kapten Zulmi akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung. Pemakaman di taman makam pahlawan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada negara.

"Kalau pemakaman Insyaallah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra," jelasnya.

Halaman rumah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, itu bertabur karangan bunga berduka, Rabu pagi, 1 April 2026.

Pantauan di lokasi, deretan karangan bunga dikirim sejumlah pejabat dan tokoh negara seperti Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Selain itu, ada juga dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Annis Mata dan Arrmanatha Nasir, hingga Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi, dan masih banyak lainnya.

Kapten Zulmi merupakan anggota Grup 2 Kopassus/Para Komando yang bermarkas di Solo. Berdinas sebagai prajurit TNI sejak 2015 dan dalam satu tahun terakhir tergabung dalam Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang bertugas di Lebanon.

Sebelumnya diberitakan, terdapat tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian usai diserang Israel. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut ketiga identitas prajurit gugur itu adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. 

Selain itu, lima anggota mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto.

"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi," ujar Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Selasa (31/3/2026).