Duka Keluarga Menanti Kepulangan Kapten Zulmi, Prajurit TNI Asal Cimahi yang Gugur di Lebanon

Keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI asal Cimahi yang gugur di Lebanon, masih menunggu kepulang jenazah ke kampung halaman.

Diterbitkan 01 April 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Cimahi - Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) usai diserang Israel. Satu di antaranya adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit asal Kota Cimahi, Jawa Barat.

Seorang perwira yang diketahui bagian dari East Mobile Reserve (SEMR) itu gugur akibat serangan di Lebanon Selatan, Senin, 30 Maret 2026. Saat itu, ia dikabarkan turut mengawal iring-iringan kendaraan milik pasukan UNIFIL.

Gugurnya Kapten Zulmi pun menjadi duka bagi keluarga di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

"Ya, benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon,” ujar sepupu almarhum, Risman Efendi kepada wartawan kemarin malam (31/3/2026).

Sejak Senin sore, keluarga mengaku sudah mendapat kabar gugur Kapten Zulmi, tapi belum berani memastikannya. Konfirmasi resmi akhirnya diketahui pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Risman mengatakan, pihak keluarga masih menunggu kepastian waktu pemulangan jenazah dari Lebanon ke Indonesia. Keluarga berharap bisa menerimanya segera.

"Jenazahnya masih di sana, kita lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan," kata Risman.

Kapten Zulmi merupakan anggota Grup 2 Kopassus/Para Komando yang bermarkas di Solo. Berdinas sebagai prajurit TNI sejak 2015 dan dalam satu tahun terakhir tergabung dalam Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang bertugas di Lebanon.

“Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah SWT," tandas Risman.

 

Prajurit Gugur dalam 2 Serangan Israel

Lewat keterangan tertulis, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebut ketiga identitas prajurit gugur itu adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. 

Selain itu, lima anggota mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi,” ujar Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Selasa (31/3/2026).

Dia menjelaskan, ada dua insiden yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Insiden pertama terjadi pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon, atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB.

Terjadi serangan di markas pasukan perdamaian Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan. 

Akibat serangan ini, Praka Farizal Rhomadhon gugur. Sementara Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Insiden kedua terjadi pada Senin 30 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Aulia.