Cuaca Ekstrem Terjang Jember, Enam Kecamatan Dilanda Banjir dan Longsor

Cuaca ekstrem yang melanda Jember memicu banjir di tiga kecamatan dan longsor di tiga wilayah lainnya.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jawa Timur Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur memicu rentetan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember melaporkan setidaknya tiga kecamatan terendam banjir dan tiga kecamatan lainnya dihantam longsor.

​Banjir akibat luapan air merendam pemukiman warga di Kecamatan Rambipuji, Kaliwates dan Kecamatan Wuluhan. Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah terdampak cukup parah, memaksa ratusan warga mencari perlindungan sementara.

Di Kecamatan Rambipuji ada 111 warga mengungsi di dua mushala dan satu rumah warga setelah Desa Rambigundam, Gugut, dan Rambipuji terendam. Total 100 KK terdampak.

Sedangkan di Kecamatan Kaliwates banjir melanda Kelurahan Jember Kidul dan Kepatihan pada Senin (2/3/2026), berdampak pada 30 KK.

Di Kecamatan Wuluhan dampak terluas tercatat di Desa Glundengan pada Minggu (1/3/2026), dengan total 470 KK (1.070 jiwa) terdampak, termasuk fasilitas umum TPQ yang ikut terendam.

​"Warga sempat mengungsi, namun seiring surutnya air, mereka kini telah kembali ke rumah masing-masing," ujar Kepala BPBD Jember,  Edy Budi Susilo, Rabu (4/3/2026).

 

Tanah Longsor

​Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu tanah longsor di tiga titik, yakni Kecamatan Tanggul, Jelbuk dan Sukorambi. Material longsor dilaporkan menimpa rumah warga dan menutup akses jalan utama, sehingga sempat melumpuhkan mobilitas di wilayah tersebut.

​Pihak BPBD Jember memastikan telah menerjunkan tim untuk melakukan assessment cepat dan mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban. Meski tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana ini, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.

​"Kami mengimbau warga untuk tetap siaga. Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan. Potensi bencana susulan harus tetap diwaspadai," tegas Edy.