Seorang Petani Mengamuk Akibat Sering Dibully, Aniaya Warga Pakai Celurit

Hasil visum menunjukkan korban mengalami tiga luka akibat senjata tajam, masing-masing di bagian kepala, tangan dan dada.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 13:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang petani berinisial M di Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menghabisi nyawa warga bernama Badrani secara sadis menggunakan celurit. Motif pelaku lantaran tidak tahan mengalami tekanan dan bully dari pelaku.

"Tersangka mengaku tidak merencanakan perbuatannya. Ia merasa tertekan dan takut karena menganggap korban kerap mengintimidasi dan membulinya. Saat bertemu di hari kejadian, emosi tersangka memuncak dan akhirnya melakukan penganiayaan," kata Kapolsek Martapura Timur Ipda M Taufiqurrahman kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Dalam rekonstruksi yang digelar Senin kemarin, tersangka memperagakan 18 adegan, mulai dari awal pertemuan dengan korban hingga terjadinya penyerangan.

Berdasarkan hasil rekonstruksi, peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.45 WITA di Desa Dalam Pagar RT 01. Polisi memastikan tidak ditemukan unsur perencanaan dalam kejadian tersebut.

Menurut hasil pemeriksaan, aksi penganiayaan diduga terjadi secara spontan ketika tersangka bertemu korban saat hendak menuju sawah. Saat itu, tersangka membawa senjata tajam jenis curit yang biasa digunakan untuk aktivitas bertani.

Hasil visum menunjukkan korban mengalami tiga luka akibat senjata tajam, masing-masing di bagian kepala, tangan dan dada.

Korban meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di lokasi kejadian pada Kamis (29/1/2026) pagi. Sementara itu, pelaku saat ini menjalani proses hukum.

“Rekonstruksi ini bertujuan untuk memperjelas rangkaian kejadian perkara penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, sehingga alurnya dapat dipahami secara utuh oleh jaksa penuntut umum,” ujar Taufiqurrahman.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.