Gunung Semeru Alami Erupsi Beruntun, Semburan Abu Vulkanik Capai 1 Kilometer

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru dilaporkan mengalami rangkaian erupsi beruntun pada Senin malam, dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 07:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami rangkaian erupsi beruntun pada Senin malam, dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak disertai luncuran lava pijar.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas vulkanik tercatat terjadi dalam tiga gelombang dalam waktu yang berdekatan. Pada pukul 19.21 WIB, Senin 2 Februari 2026, erupsi awal menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter (4.676 mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara. Sedangkan pukul 20.48 WIB, Erupsi susulan kembali terjadi dengan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter

Kemudian pukul 20.54 WIB, Hanya berselang enam menit, letusan ketiga menyusul dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter.

"Lava pijar juga terpantau turun dari puncak. Hingga laporan disusun, aktivitas erupsi dilaporkan masih terus berlangsung," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto.

Saat ini, Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau siaga.b Mengingat potensi bahaya yang mengintai, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi tegas bagi warga dan wisatawan, di sektor tenggara masyarakat dilarang total aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

 

Dilarang Beraktivitas

Sedangkan di sepadan sungai dilarang beraktivitas dengan jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

Sementara di radius 5 kilometer dari puncak gunung dilarang beraktivitas untuk menghindari bahaya lontaran baru pijar.

Selain ancaman langsung dari erupsi, masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa awan panas dan aliran lahar.

"Fokus pengawasan diarahkan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat," jelas Liswanto.

PVMBG mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat mengingat cuaca ekstrem juga dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin di anak-anak sungai Besuk Kobokan.