Lansia di NTT Tertimpa Reruntuhan Dapur Rumah yang Ambruk Gara-Gara Angin Kencang dan Hujan Deras

Bangunan dapur permanen yang memiliki konstruksi panggung tersebut tidak mampu menahan kuatnya hembusan angin dan curah hujan tinggi. Struktur bangunan berupa tembok dan lantai cor akhirnya runtuh secara keseluruhan.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 16:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang memicu bencana di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah bangunan dapur milik warga Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, dilaporkan ambruk total akibat terjangan cuaca ekstrem, Kamis (22/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Seorang lansia mengalami luka, serta kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. 

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, pasca kejadian, jajaran Polres Manggarai Barat bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

“Bangunan dapur milik warga atas nama Maksimus Nurdin ambruk. Akibat kejadian ini, satu orang korban mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis,” katanya. 

Berdasarkan laporan dari Polsek Sano Nggoang, bangunan dapur permanen yang memiliki konstruksi panggung tersebut tidak mampu menahan kuatnya hembusan angin dan curah hujan tinggi. Struktur bangunan berupa tembok dan lantai cor akhirnya runtuh secara keseluruhan.

Saat kejadian berlangsung, Maria Muma (68), ibu mertua pemilik rumah, berada di dalam area dapur dan tertimpa reruntuhan bangunan. 

“Korban mengalami luka lecet dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Warga sekitar dengan sigap mengevakuasi korban ke RSUD Pratama Komodo untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Selain mengakibatkan korban luka, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan total pada bangunan dapur, termasuk peralatan memasak dan bahan pangan lainnya.

"Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta," ucapnya.

Bangun Dapur Darurat

Sebagai bentuk respons cepat, aparat gabungan dari Polsek Sano Nggoang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat langsung melakukan gotong royong di lokasi kejadian. Petugas bersama warga mendirikan dapur darurat dengan menggunakan terpal agar keluarga korban tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Polri hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Kami turut memberikan bantuan dan santunan sebagai wujud empati kepada warga yang terdampak musibah,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti lereng dan lahan miring.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Apabila terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditangani dengan cepat,” ucapnya.

  • Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang sangat jarang terjadi.
    Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang sangat jarang terjadi.
    Cuaca Ekstrem