Libur Panjang Isra Miraj, Wisata Alam Sukabumi Tetap Ramai Meski Ada Peringatan Cuaca Ekstrem

Peringatan cuaca ekstrem dari BMKG rupanya tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berwisata di Sukabumi, Jawa Barat.

Diterbitkan 17 Januari 2026, 19:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan cuaca ekstrem dari BMKG rupanya tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berwisata di Sukabumi, Jawa Barat saat libur Isra Miraj. Di kawasan Jembatan Gantung (Suspension Bridge) Situ Gunung, Sukabumi, geliat wisatawan tetap antusias meski langit seringkali diselimuti mendung pekat dan udara dingin.

​Mira Jihan Rosdiana (23), seorang wisatawan asal Jakarta Selatan, mengaku sempat ragu untuk berangkat. Kabar mengenai hujan terus-menerus di wilayah Jabodetabek membuatnya waspada. Namun, kerinduannya pada pemandangan alam mengalahkan rasa bimbang tersebut.

​"Sebenarnya saya khawatir karena kalau pantau BMKG, Jakarta dan sekitarnya hujan terus. Sempat ragu, apalagi di media sosial banyak yang menyarankan kalau ke sini harus pagi supaya tidak terjebak hujan siang harinya. Tapi bismillah saja dulu, untungnya sekarang belum hujan," ujar Mira pada Sabtu (17/1/2026).

​Demi keamanan, Mira pun menyiapkan perlengkapan ekstra yang tidak biasa ia bawa saat di Jakarta.

"Saya sudah siapkan payung dan jas hujan plastik untuk jaga-jaga. Soalnya kalau sudah masuk ke dalam area wisata, agak sulit mencari penjual jas hujan," tambahnya.

​Hal serupa dirasakan wisatawan asal Purwakarta, Maskuri, pengunjung yang baru pertama kali mencoba sensasi berjalan di atas jembatan gantung.

Bagi Maskuri, cuaca ekstrem memberikan tantangan adrenalin tersendiri, meski ia tetap memprioritaskan keselamatan keluarga.

​"Baru pertama kali ke sini, asyik dan seru. Untuk adrenalin cukup lumayan terasa. Kalau rasa takut pasti ada, persiapannya ya berdoa saja," kata Maskuri.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ekstra bagi pengunjung yang membawa anak-anak di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

​Respons Pengelola dan Mitigasi Ketat Bencana

Pengelola Suspension Bridge mencatat adanya peningkatan kunjungan sebesar 5 hingga 10 persen dibandingkan hari biasa, bahkan libur tahun baru meskipun cuaca tidak menentu.

Rustandi, selaku pihak pengelola, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi yang ketat.

​"Kami melakukan mitigasi sejak di loket dengan memberikan himbauan terkait kondisi cuaca. Jika hujan turun, kami meminta pengunjung untuk tidak berteduh di bawah pohon rimbun karena rawan dahan patah. Kami sudah siapkan area terbuka untuk berteduh," jelas Rustandi.

​Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa operasional wahana sangat bergantung pada laporan cuaca.

"Untuk wahana seperti keranjang langit dan flying fox, jika hujan deras otomatis kami tutup. Apalagi jika ada petir, akan kami tutup total,” ungkapnya.

Selain mengikuti perkiraan cuaca dari BMKG, pihak pengelola juga menyarankan pengunjung untuk mengambil area wisata jalur hijau, dengan pertimbangan jarak tidak terlalu panjang saat cuaca kurang baik.