Heboh Kemunculan Super Flu, Menkes: Bukan Virus Baru, Sebenarnya Hanya Varian Baru Influenza

Isu mengenai kemunculan “super flu” belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.

OlehHendro
Diterbitkan 08 Januari 2026, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Isu mengenai kemunculan “super flu” belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Kekhawatiran tersebut bahkan sempat disandingkan dengan pengalaman pahit pandemi Covid-19.

Menteri Kesehatan RI menegaska superflu bukanlah virus baru dan masyarakat diminta untuk tidak panik. Menkes menjelaskan, istilah superflu yang beredar merujuk pada varian K dari virus influenza A subtipe H3N2.

Dia menjamin, virus ini bukanlah hal asing di dunia medis karena telah dikenal dan beredar selama puluhan tahun. Berbeda dengan Covid-19 yang muncul sebagai virus baru dan belum dikenali sistem kekebalan tubuh manusia, influenza A H3N2 sudah lama “dikenal” oleh imunitas masyarakat.

“Kalau super flu ini sebenarnya influenza A, H3N2. Virusnya sudah ada puluhan tahun, hanya varian baru,” ujar Menkes.

Menurutnya, karena virus tersebut bukan virus baru, sebagian besar masyarakat telah memiliki tingkat kekebalan dasar. Selama kondisi tubuh dalam keadaan sehat, risiko terjadinya gejala berat relatif kecil dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Kalau badan sehat, makan cukup, tidur cukup, olahraga cukup, seharusnya tidak ada masalah,” tambahnya.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan juga mencatat belum adanya laporan kematian akibat superflu. Gejala yang ditimbulkan pun umumnya menyerupai flu pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, dan pegal, dengan tingkat kesembuhan yang tinggi.

Dalam perkembangannya, Menkes menyampaikan bahwa kasus influenza, termasuk H3N2, memang mengalami peningkatan musiman di sejumlah wilayah, terutama saat cuaca tidak menentu dan daya tahan tubuh menurun.

Namun demikian, situasi tersebut masih dalam batas terkendali dan belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan seperti saat pandemi COVID-19.

Pencegahan Super Flu

Terkait upaya pencegahan, Menkes kembali mengingatkan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yang telah menjadi kebiasaan sejak pandemi. Penggunaan masker disarankan bagi mereka yang sedang sakit atau berada di dekat orang yang mengalami gejala flu, serta tetap membiasakan cuci tangan secara rutin.

“Kalau semua sehat, tidak perlu pakai masker. Tapi kalau ada yang batuk, pilek, ya pakai masker. Sama seperti COVID,” jelasnya.

Menkes juga secara khusus meminta insan pers untuk menyampaikan informasi secara proporsional dan berimbang agar tidak memicu kepanikan di masyarakat.

“Ini flu yang sudah lama kita temui. Jangan sampai masyarakat panik,” tegasnya.

Di sisi lain, Menkes menyinggung fenomena masyarakat Indonesia yang masih memilih berobat ke luar negeri. Menurutnya, tantangan sektor kesehatan ke depan tidak hanya soal pembangunan fasilitas, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Tantangan ke depan bukan hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga medis, terutama dalam aspek komunikasi, empati, dan kepercayaan pasien,” pungkas Menkes.