Liputan6.com, Jakarta - Dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial DM dinonaktifkan sebagai tenaga pendidik di kampus tersebut. Polisi juga segera melakukan pemeriksaan terhadapnya, terkait kasus bunuh diri seorang mahasiswi.
DM diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial AEMM (21), yang berujung trauma dan ditemukan gantung diri di kamar indekosnya pada Selasa, 30 Desember 2025.
Â
Advertisement
Berbagai indikasi kekerasan seksual dengan ancaman mengurangi nilai mahasiswinya juga terungkap melalui surat yang ditulis oleh AEMM, beberapa hari sebelum ditemukan tewas. Selain itu, beredar pula potongan percakapan di grup WhatsApp berisikan ancaman dari DM, yang akan mengubah nilai jika tidak merespon permintaannya.
"Pada Jumat 12 Desember 2025, mner Danny chat ke saya, beliau bertanya kepada saya kalau saya bisa urut (pijat) dia," tulis AEMM dalam surat aduannya tertanggal 16 Desember 2025 ke Dekan FIPP Unima Aldjon Dapa, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Masih dalam keterangan surat aduan, AEMM menyatakan tidak bisa memijat, sementara DM mengaku sangat lelah sehingga butuh dipijat. Dosen itu juga mengingatkan agar tidak memberitahukan percakapan keduanya ke teman mahasiswi tersebut.
Beberapa menit kemudian, DM meminta AEMM bertemu dalam mobil yang terparkir di halaman kampus FIPP Unima. Dengan alasan akan memperbaiki rekap nilai, dosen tersebut memaksa mahasiswinya itu untuk masuk ke dalam kendaraan.
"Rekapan nilai itu sebenarnya sudah saya lakukan, tapi karena saya pikir ada yang akan diubah, saya pergi menemui mner Danny," tulis AEMM. Â
Â
Diduga Sudah Berulang Kali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459559/original/074639600_1767164765-Unima.jpeg)
Perbuatan DM diduga bukan pertama kali dilakukan. Hal tersebut terungkap dari unggahan para mahasiswi dan alumni FIPP Unima yang mulai berani buka suara di media sosial.
"Perbuatan mner Danny (DM) ini sudah lama, dia ancam ubah nilai kami jika tidak mengikuti keinginannya," ujar salah satu alumni FIPP Unima dalam video pendek yang diunggah di medsos.
Selain video pendek, komentar para mahasiswi dan alumni di medsos menyebutkan bahwa sudah lebih dari 10 tahun DM melakukan aksinya, namun terkesan dilindungi oleh pihak kampus.
"Sudah dari sepuluh tahun lalu, pernah dilaporkan, namun tidak ada sanksi yang tegas," tulis alumni lainnya.
Â
Â
Advertisement
Polisi Terima Laporan Keluarga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461308/original/014455500_1767365037-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_21.36.30.jpeg)
AEEM, mahasiswi Universitas Negeri Manado bunuh diri usai mengalami trauma akibat perbuatan dosennya yang melakukan pelecehan seksual. Kasus ini sudah dilaporkan keluarga korban dan Polda Sulut segera memeriksa terduga pelaku berinisial DM.
"Ada laporan dari keluarga korban. Jadi laporan dibuat pada tanggal 31 Desember 2025, pukul 13.16 Wita. Laporan tersebut adalah ada dugaan kekerasan seksual, Pasal 6 UU Tindak Pidana kekerasan Seksual, dan pasal tentang pembunuhan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulut Kombes Pol Suryadi pada, Jumat (2/1/2026).
Suryadi memaparkan, sebelumya mahasiswi tersebut ditemukan gantung diri di kamar indekos, di Kota Tomohon. Kemudian dilakukan olah TKP oleh Polres Tomohon.
"Barang bukti gantung diri telah diamankan, kemudian dilakukan visum luar, kemudian dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado," papar dia.
Di saat itulah keluarga, bapak dan ibu korban membuat laporan di Polda Sulut. Laporan itu sementara ditindaklanjuti.
"Kami rencana memeriksa saksi-saksi, kami akan mengumpukan bukti-bukti tentang dugaan tindak pidana kekerasan seksual," ujar Kombes Pol Suryadi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459991/original/084010300_1767188730-IMG_20251231_173341__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293559/original/029478700_1783736101-campaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293974/original/060964700_1783766241-dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121792/original/089615500_1660295127-000_DV796670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294722/original/070659100_1783855098-Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294841/original/008907800_1783891890-20260712_183218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)