Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Sektor Teluk Betung Utara mengamankan seorang pelajar SMA berinisial YF (18) yang diduga melempar bom molotov ke gedung yayasan panti asuhan di kawasan Kupang Kota, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, pada Sabtu (22/11) malam.
Kapolsek Teluk Betung Utara AKP Martoyo mengatakan penangkapan dilakukan setelah penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi di lokasi kejadian. YF ditangkap pada Selasa, 25 November 2025 tanpa perlawanan.
“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan aksi itu karena rasa kesal terhadap pemilik panti asuhan,” ujar Martoyo, Kamis (27/11/2025).
Advertisement
Rasa dendam itu muncul setelah YF mengetahui adanya perselisihan antara ibunya dan pengelola panti asuhan tersebut. Pemilik panti disebut berbicara dengan nada tinggi kepada ibu pelaku hingga memicu emosi remaja itu.
“Pemicu utamanya karena ibunya dibentak. Itu yang membuat pelaku merasa marah dan nekat melakukan tindakan tersebut,” ungkapnya.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
YF kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Teluk Betung Utara. Ia dijerat Pasal 187 KUHP tentang tindakan yang membahayakan keamanan umum dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun kurungan.
Pelajar SMA di Lampung Nekat Lempar Bom Molotov ke Panti Asuhan
Sebelumnya, Pelajar SMA di Bandar Lampung berinisial YF (18) nekat melempar bom molotov ke gedung yayasan panti asuhan di kawasan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. YF akhirnya ditangkap polisi.
Insiden yang menggegerkan warga itu terjadi pada Sabtu (22/11/2025) malam, di Kelurahan Kupang Kota. Lemparan bom molotov tersebut sempat mengeluarkan kobaran api dan memicu kepanikan penghuni panti.
Beruntung, api cepat dipadamkan sehingga tidak menimbulkan kerusakan besar maupun korban jiwa.
Kapolsek Teluk Betung Utara, AKP Martoyo membenarkan bahwa pelaku berhasil diamankan setelah melalui penyelidikan yang cukup panjang, Selasa (25/11/2025).
“Benar, kami mengamankan seorang pelajar tingkat SMA karena melakukan pelemparan benda diduga molotov di salah satu panti asuhan dalam wilayah hukum kami,” ujar Martoyo, Rabu (26/11/2025).
Advertisement
Kasus Sempat Terkendala
Dia mengungkapkan, proses mengungkap kasus ini sempat terkendala minimnya petunjuk. Rekaman CCTV yang ada pun dalam kondisi gelap sehingga menyulitkan identifikasi.
“Setelah menggali keterangan saksi, akhirnya kami mendapatkan petunjuk kuat hingga pelaku berhasil diamankan. Pelajar ini juga telah mengakui perbuatannya,” ungkapnya.
YF kini ditahan di Mapolsek Teluk Betung Utara. Polisi masih mendalami motif di balik aksi berbahaya tersebut dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1675089/original/096415900_1502364631-170810_Hindari_Tindakan_Kriminal__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299546/original/056513500_1784263210-Screenshot_2026-07-17_111351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4289868/original/055171200_1673573906-bom_molotov.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299908/original/050735200_1784278434-000_B8U93QE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297102/original/031972000_1784078886-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299466/original/011004700_1784258669-000_B8YD28N.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4391028/original/021777800_1681211946-Thumbnail_Liputan6.com-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539581/original/011177000_1774605812-jenis_usaha_untuk_remaja_SMA_yang_ingin_punya_penghasilan_sendiri_tanpa_ganggu_sekolah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482665/original/036087200_1769237965-222560.webp)