Potret Mengerikannya Banjir Bandang di Malalak Agam

Camat Malalak, Ulya Satar menyampaikan, dua orang yang meninggal dan satu warga yang hilang belum diketahui identitasnya karena kondisi di lapangan sulit untuk ditembus karena akses jalan rusak.

Diterbitkan 27 November 2025, 10:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Malalak - Banjir bandang atau galodo melanda Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (26/11/2025) sore. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu warga lainnya masih dalam pencarian.

Camat Malalak, Ulya Satar menyampaikan, dua orang yang meninggal dan satu warga yang hilang belum diketahui identitasnya karena kondisi di lapangan sulit untuk ditembus karena akses jalan rusak.

“Kami terjebak di Posko Pengungsian Campago, sehingga data masih bersifat sementara," ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Menurut Ulya, banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB pada 26 November 2025. Air berwarna coklat pekat bercampur kayu-kayu dan lumpur menghantam kawasan pemukiman dan menyeret rumah warga.

“Diperkirakan sekitar 70 kepala keluarga mengungsi dari lokasi terdampak,” katanya.

Informasi yang beredar di grup warga Malalak Membangun menyebut setidaknya ada empat titik pengungsian yaitu Masjid Nurul Falah Limo Badak, Masjid Nurul Sa'adah Jorong Saskand, Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca, serta SDN 01 Campago. Namun akses menuju sebagian lokasi masih terhambat.

"Akses ke SD Campago belum bisa dilalui mobil. Saat ini tengah diupayakan membuka jalan yang tertimbun longsor dari Malalak Barat ke Malalak Utara karena ada dua titik longsoran yang menutup jalur roda empat," kata Ulya.

 

Warga Butuh Bantuan

Para pengungsi kini sangat membutuhkan bantuan, terutama bahan pangan, susu, diapers, pembalut wanita, selimut, dan pakaian.

Dilaporkan juga banyak anak usia enam bulan ke atas berada di lokasi pengungsian. Selain itu, wilayah tersebut masih mengalami pemadaman listrik sejak Selasa.

Kondisi semakin sulit setelah sebuah jembatan yang menghubungkan Malalak Barat dan Malalak Selatan putus akibat derasnya arus sungai.

Sementara akses Malalak menuju Balingka di Kecamatan IV Koto lebih dulu terputus akibat terban pada Selasa (25/11).

Dengan situasi ini, satu-satunya jalur yang masih dapat dilalui menuju Malalak adalah rute Sicincin – Tandikek – Malalak.