Heboh Temuan Ratusan Peluru di Banyuwangi di Pembuangan Sampah

Hasil pemeriksaan menunjukkan, barang bukti yang ditemukan berupa 241 butir proyektil atau timah peluru dalam kondisi berkarat dan tanpa selongsong.

Diterbitkan 07 November 2025, 09:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, digemparkan oleh penemuan satu karung kecil berisi ratusan proyektil atau timah peluru di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Gapangan, Kamis (6/11/2025). 

Temuan ini pertama kali diketahui oleh Hariyono (45), seorang karyawan swasta yang juga tukang angkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, saat tengah menaikkan tumpukan sampah ke truk pengangkut pada Selasa (5/11/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.

“Saya menemukan sebuah karung kecil yang ternyata berisi logam berbentuk peluru. Karena khawatir, saya bawa pulang dulu untuk diamankan,” ujar Hariyono kepada wartawan.

Dua hari kemudian, Hariyono melaporkan penemuan tersebut melalui nomor pengaduan ‘Wadul Kapolresta Banyuwangi’, yang kemudian langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, barang bukti yang ditemukan berupa 241 butir proyektil atau timah peluru dalam kondisi berkarat dan tanpa selongsong. Rinciannya, 104 butir proyektil besar berukuran 6,2 cm dan 137 butir proyektil kecil berukuran 4,6 cm.

"Proyektil yang ditemukan sudah berkarat dan tidak berselongsong, jadi dipastikan tidak aktif dan tidak bisa meledak,” ujar Kapolsek Giri AKP Budi Mujiono, Jumat (7/11/2025).

Budi menjelaskan, seluruh barang bukti telah diamankan oleh Unit 4 Satintelkam Polresta Banyuwangi di gudang penyimpanan senjata untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi, menghitung jumlah proyektil, mendokumentasikan, dan melaporkan hasilnya ke pimpinan. Barang bukti saat ini diamankan di gudang senjata Satintelkam,” jelasnya.

 

 

Dipastikan Bukan dari Aktivitas Militer Aktif

Dari hasil pendalaman sementara, polisi memastikan proyektil tersebut tidak berasal dari aktivitas militer aktif. Area TPS Gapangan pun dinyatakan aman dan tidak ditemukan adanya indikasi bahan peledak lainnya.

“Temuan proyektil ini tidak berbahaya bagi masyarakat. Namun tetap kami tindaklanjuti untuk memastikan asal-usulnya,” tambah Budi.

Penelusuran awal menduga proyektil-proyektil itu merupakan sisa bahan latihan lama yang sudah tidak digunakan.

“Kami imbau warga tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang menyerupai amunisi. Cukup laporkan ke pihak kepolisian agar bisa ditangani dengan aman,” pungkas AKP Budi Mujiono.