Seorang Warga Disabet Benda Tajam di Kios, Diduga Korban Penganiayaan KKB Yahukimo

Seorang pria diduga menjadi korban penganiayaan KKB Papua. Terduga pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung menyerang korban tanpa alasan yang jelas dan kemudian melarikan diri. Polisi langsung meningkatkan patroli untuk memastikan warga tetap aman.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 18:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria bernama Jako menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo. 

Kejadian yang menimpa warga Sulawesi Selatan, Suku Selayar ini terjadi di salah satu kios yang berlokasi di Jalan Baliem, Distrik Dekai, Papua, pada Kamis (30/10).

"Sekitar pukul 20.10 WIT korban mengalami luka serius akibat sabetan benda tajam, kemudian korban segera dievakuasi ke IGD RSUD Dekai, Yahukimo untuk mendapatkan perawatan medis intensif," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Jumat (31/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku datang secara tiba-tiba dan langsung menyerang korban tanpa alasan yang jelas dan kemudian melarikan diri.

Aparat keamanan menduga aksi ini dilakukan oleh simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo dengan tujuan memicu instabilitas keamanan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo segera melakukan respon cepat di lokasi kejadian dengan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan penyelidikan, serta pengejaran terhadap pelaku," sebutnya.

Jenderal bintang satu ini menegaskan, setiap bentuk kekerasan terhadap warga sipil akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Kami telah menurunkan tim untuk menyelidiki kasus ini dan memastikan pelaku segera tertangkap. Setiap aksi yang mengancam keselamatan masyarakat tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Masyarakat Jangan Terprovokasi

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga memastikan, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan Polres Yahukimo dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Kami meningkatkan patroli dan kegiatan preventif di wilayah Yahukimo. Aparat keamanan akan terus hadir untuk melindungi seluruh masyarakat, baik warga asli Papua maupun pendatang,” ujar Adarma Sinaga.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat keamanan. Aparat berkomitmen untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan di Tanah Papua.

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com