Puluhan Siswa Keracunan MBG, Koordinator Minta Maaf Janji Tak Terulang Lagi

Mengelola menjanjikan pengawasan program MBG diperketat agar penyediaan makanan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku.

Diterbitkan 15 Oktober 2025, 13:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ratusan pelajar di Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Pengelola akhirnya buka suara dan meminta maaf serta berjanji kejadian serupa tak terulang.

Janji itu disampaikan Koordinator Wilayah MBG Khusus Kabupaten Banjar, Sinta Aulia, pada Rabu (15/10/2025). Ia hadir bersama Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Ikhwansyah dan Kapolres Banjar AKBP Fadli.

“Saya mewakili pelaksana program MBG Kabupaten Banjar menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi kemarin,” ujarnya.

Janji Evaluasi dan Sesuai SOP

Sinta menegaskan, seluruh rangkaian pelaksanaan program akan dievaluasi. Pengawasan juga diperketat agar penyediaan makanan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku.

“Insya Allah, kami akan meningkatkan pengawasan agar kejadian ini tidak terulang. Kami akan memastikan pelaksanaan program benar-benar sesuai standar yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Berharap Program MBG Tetap Berjalan

Meski diterpa insiden, Sinta berharap program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan karena dinilai penting bagi pemenuhan gizi peserta didik.

“Harapan kami, program ini ke depan bisa semakin baik, kualitasnya meningkat, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak dan masyarakat,” tutupnya.

Insiden keracunan massal tersebut sebelumnya memicu perhatian publik dan DPRD setempat, yang telah menjadwalkan rapat dengar pendapat untuk membahas evaluasi program MBG.