Kisah Tim SAR Merayap hingga Tengkurap Berjam-Jam Selamatkan Korban Ponpes Al Khoziny

Basarnas mengungkapkan kesulitan Tim SAR dalam menyelamatkan korban reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Memasuki hari ketiga evakuasi, tim SAR menghadapi medan sulit untuk mencapai para korban.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas mengungkapkan kesulitan Tim SAR dalam menyelamatkan korban reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Memasuki hari ketiga evakuasi, tim SAR menghadapi medan sulit untuk mencapai para korban.

Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan timnya harus merayap dan tengkurap berjam-jam untuk mengevakuasi korban yang berada di Site 1.

“Medan sangat sulit. Galian hanya berdiameter 60 cm dan kedalaman 80 cm, sehingga personel harus merayap bahkan tengkurap berjam-jam untuk mencapai korban,” imbuh Yudhi pada Kamis (2/10).

7 Korban Dievakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi tujuh korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Dari tujuh korban yang berhasil dievakuasi, ada sebanyak lima orang selamat dan dua korban meninggal dunia.

"Seluruh korban ditemukan di sektor pencarian Site A1," ujar Yudhi.

Evakuasi Berlangsung Maraton

Rangkaian evakuasi dimulai pada pukul 14.48 WIB dengan ditemukannya korban ke-12 dalam kondisi meninggal dunia. Selang 30 menit kemudian, pukul 15.22 WIB, harapan muncul ketika Haikal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Evakuasi berikutnya berlangsung maraton. Pukul 18.05 WIB, Muhammad Wahyudi berhasil dikeluarkan selamat, disusul Al Fatih pukul 18.40 WIB dalam kondisi selamat. Namun, 10 menit kemudian korban ke-16 ditemukan meninggal dunia.

"Tim SAR berhasil menyelamatkan Putra pukul 19.16 WIB, dan terakhir Rosi pukul 20.20 WIB juga berhasil dievakuasi selamat," ucap Yudhi.

 

Strategi Evakuasi

Keberhasilan menyelamatkan Haikal dan korban lainnya merupakan hasil strategi komunikasi intensif yang dilakukan tim SAR. Mereka terus memberi motivasi, menyuplai makanan dan minuman, hingga akhirnya korban bisa bertahan sampai dievakuasi.

"Dengan tambahan ini, total korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny mencapai 18 orang, dengan status sebagian selamat dan sebagian lainnya meninggal dunia," ujar Yudhi.

Korban selamat langsung dibawa ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo untuk perawatan medis intensif, sedangkan korban meninggal dievakuasi ke RS Siti Hajar guna proses identifikasi.

"Operasi SAR ini melibatkan ratusan personel dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, PMI, Damkar, dan puluhan organisasi relawan ini masih terus berlanjut demi menemukan korban lainnya," ucap Yudhi.