Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Para Fencing World Cup 2025 untuk Pertama Kalinya di Solo

Momen pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi anggar kursi roda yakni Para Fencing World Cup 2025 di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah.

Diterbitkan 16 September 2025, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Solo - Momen pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi anggar kursi roda langsung menyedot perhatian dari atlet-atlet terbaik dunia.

Total ada 17 negara yang ambil bagian dalam ajang Para Fencing World Cup 2025 di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah pada 15-18 September 2025.

Negara-negara yang mengirimkan perwakilannya adalah Australia, Perancis, Georgia, Jerman, Amerika Serikat, Korea Selatan, Polandia, Hong Kong, Britania Raya, Spanyol, India, Irak, Jepang, Argentina, Latvia, Thailand dan tuan rumah Indonesia.

"Mayoritas atlet yang bertanding di kejuaraan dunia ke-6 dalam agenda tahun 2025 World Para Fencing ini sudah memiliki jam terbang tinggi," ujar Ketua Pelaksana Para Fencing World Cup Solo 2025 Rima Ferdianto, Senin 15 September 2025.

Salah satu nama yang ditunggu-tunggu penampilannya adalah Saysunee Jana. Atlet asal Thailand tersebut membuat kejutan di Paralimpiade Paris 2024 karena berhasil meraih tiga medali emas.

Ada juga atlet asal Jerman, Maurice Schmidt. Ia merupakan peraih medali emas kelas individual sabre putra. Lalu ada peraih medali perak kelas team epee putra asal Irak, Zainulabdeen Al-Madhkhoori.

Tak ketinggalan dua peraih medali perunggu di Paris, yakni Nino Tibilashvili asal Georgia dan Judith Rodriguez Menendez dari Spanyol. Mereka terbang ke Solo untuk berebut prestasi di ajang ini.

"Ada 66 atlet dari 17 negara yang berpatisipasi di kejuaraan ini dengan 34 official jadi total pesertanya adalah 100 atlet dan offisial dari 17 negara," ucap Rima.

 

Pertama Kali untuk Indonesia

Menurut Rima, Indonesia baru pertama kalinya menjadi tuan rumah untuk kejuaraan dunia para fencing. Selain itu, kontingen Indonesia juga baru pertama kalinya ikut dalam kejuaraan tersebut.

Sebagai tuan rumah, Indonesia merupakan peserta yang mengirimkan paling banyak atlet dalam kejuaraan itu.

"Indonesia baru pertama kali menyelenggarakan single event. Kita pernah para fencing tapi di multi event Asian Para Games 2018 dan kita baru pertama kali untuk status single event para fencing internasional," ucap Rima.

"Kemudian Indonesia menjadi peserta terbanyak dengan 10 atlet disusul dengan India 8 atlet dan Thailand 7 atlet," sambung dia.

Dalam Para Fencing World Cup 2025, Rima mengungkapkan, target dari kontingen Indonesia untuk sementara belajar mencari pengalaman dalam kejuaraan tersebut.

 

Target Indonesia

Hal ini, kata dia, disebabkan lawan yang bakal dihadapi merupakan level dunia dan para peraih medali di Paralimpiade.

"Untuk target Indonesia sendiri di kejuaraan ini mencari pengalaman karena lawannya sudah level dunia. Sementara atlet kita atlet-atlet baru yang nantinya akan kita proyeksikan untuk ikut di kejuaraan ASEAN Para Games 2025 di Thailand," kata Rima.

"Jadi kita tidak menargetkan medali, tapi menargetkan tambah jam terbangnya untuk pengalaman di level internasional," sambung Rima.

Pertandingan para fencing itu akan diselenggarakan di GOR Manahan, Solo pada 15 - 18 September 2025. Rima mengatakan pertandingan tersebut akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

"Hari pertandingan ada 4 hari. Dimulai dari tanggal 15 mulai jam 09.00 - 15.00 WIB, tanggal 16-17 dari jam 09.00 - 17.00 WIB dan tanggal 18 September dari 09.00 - 15.00 WIB," tandas Rima.