Jokowi: Pihak yang Persoalkan Ijazah Pasti Ada yang Back Up

Jokowi menduga, ada permainan di balik polemik laporan ijazah palsu yang menyerang keluarganya. Sebab, persoalan ini telah berlangsung lama. 

Diperbarui 12 September 2025, 17:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menyindir pihak-pihak yang mempersoalkan ijazah Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka. Mantan Gubernur DKI itu berseloroh, keluarganya selalu dipersoalkan masalah ijazah yang tak kunjung usai.

“Ijazah Jokowi dimasalahkan, ijazah Gibran dimasalahkan, nanti sampai ijazah Jan Ethes di masalahkan,” kata Jokowi sambil tertawa menanggapi ijazah milik Gibran yang digugat secara perdata oleh seorang warga bernama Subhan ke Pengadlan Jakarta Pusat.

Meski begitu, Jokowi tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait gugatan ijazah yang menimpa putra sulungnya yang juga Wapres RI itu.

“Tapi apapun ikuti prosesi hukum yang ada ya. Semuanya kita layani,” ujarnya.

Jokowi Duga Ada Permainan soal Ijazah

Jokowi menduga, ada permainan di balik polemik laporan ijazah palsu yang menyerang keluarganya. Sebab, persoalan ini telah berlangsung lama. 

"Iya ini tidak hanya sehari, dua hari. Sudah empat tahun yang lalu. Kalau yang napasnya panjang itu kalau tidak ada yang membackup kan tidak mungkin. Gampang-gampangan saja," ucapnya. 

Jokowi meluruskan soal Ijazah Gibran. Usai lulus dari SMP Negeri 1 Solo melanjutkan sekolah tingkat menengah atasnya di Singapura. Jokowi memastikan Gibran menempuh pendidikan setingkat SMA di Singapura.

“Iya di Orchid Park Secondary School. Wong yang nyarikan saya kok,” kata dia.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan alasannya memilih menyekolahkan Gibran di luar negeri, tepatnya di Singapura untuk tingkat SMA. Menurut Jokowi, keputusan untuk menyekolahkan di luar negeri itu dilakukan agar Gibran dapat belajar hidup lebih mandiri.

"Biar mandiri saja," singkatnya.