Liputan6.com, Kendari - Anggota DPRD Wakatobi bernama Litao alias La Lita, terungkap menjadi tersangka pembunuhan 11 tahun silam usai dilantik menjadi anggota DPRD Februari 2025. Saat itu, dia menikam hingga tewas seorang remaja bernama Wiranto alias Wiro (17), lalu melarikan diri dan menghilang dari kampung halamannya di Pulau Wangi-wangi.
Usai melarikan diri di beberapa kota di Indonesia, Litao muncul kembali di kampung halaman pada tahun 2024. Namun, bukannya datang meminta maaf ke pihak keluarga, Litao ternyata malah mencalonkan diri menjadi anggota DPRD dan lolos.
Padahal, saat itu polisi belum mencabut status Litao sebagai DPO kasus pembunuhan dalam sebuah acara joget. Namun, anehnya saat mendaftarkan diri menjadi wakil rakyat ke KPU, polisi ternyata meloloskan salah satu syarat penting yakni berkas SKCK (Surat Keterangan Catatan Kriminal).
Advertisement
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kapolda Sulawesi Tenggara melalui Kabid Humas Kombes Pol Kristianto mengatakan, salah seorang polisi berinisial Aiptu S, batal sekolah perwira.
"Terkait penertiban SKCK, ada kelalaian yang dilakukan petugas (polisi)," ujar Kris.
Dia mengatakan, Aiptu S dihukum demosi 3 tahun dan patsus. Saat ini, dia juga sudah dipindahkan dari Polres Wakatobi ke Polres Buton Utara.
Dia menjelaskan, petugas polisi Polres Wakatobi di pelayanan SKCK lalai dalam mengikuti standar penerbitan sesuai SOP nomor 20 tahun 2023 mengenai SKCK. Yakni, petugas tidak melihat dengan teliti terkait catatan kriminal pemohon SKCK. Dalam kasus ini, Litao berstatus sebagai pemohon.
Kris mengatakan, petugas saat itu harusnya berkoordinasi ke Reskrim, Res Narkoba dan Satlantas Polres Wakatobi saat menerima berkas Litao. kemudian, ketika ketiga satuan ini menyatakan status Litao 'aman', SKCK baru bisa dikeluarkan polres.
"Karena tak ada koordinasi ini, akhirnya status DPO Litao tak terpantau Polres," ujar Kabid Humas.
Dia beralasan, sejak kasus bergulir 2014, sudah terjadi beberapa kali pergantian personil dan pejabat di Polres Wakatobi. Sehingga, menjadi salah satu alasan polisi, berkas-berkas tersangka atau DPO pelaku kriminal, luput dari perhatian.
Â
Kronologi Kejadian
Kronologi kematian Wiro, tercatat dalam putusan Pengadilan Negeri Baubau nomor: 55/Pid.B/2015/PN.Bau-bau. Kronologi ini, berasal dari keterangan saksi dan tersangka di PN Baubau. Menurut saksi, Awalnya, saat itu ada acara joget diiringi musik dari organ tunggal di sebuah rumah warga.
Kemudian, seorang warga tiba-tiba datang mematikan bunyi musik. Kemudian, seorang remaja bernama Wiranto alias Wiro bertanya dengan nada menantang alasan musik dimatikan.
Pernyataan Wiro kemudian memancing perkelahian. Saat itu, ia berkelahi dengan salah seorang pelaku yang sudah divonis bebas, Yakni Rahmat La Dongi dan Litao. Rahmat, diketahui merupakan adik kandung Litao.
Rahmat La Dongi dan Litao, menurut saksi-saksi, sempat membuat Wiro jatuh tersungkur di tanah. Kemudian, saat itu, La Ode Herman ikut menghantamkan kursi plastik ke kepala Wiro yang sudah jatuh ke tanah.
Setelah pelaku melarikan diri, terungkap jik sebelum terjatuh, wiro sudah terkena tusukaan benda tajam. Tusukan ini, berada di bawah ketiak dan mengeluarkan banyak darah. Sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa wiro tidak tertolong.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5343396/original/032613800_1757414392-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)