Liputan6.com, Yogyakarta - Suasana duka masih menyelimuti kediaman almarhum Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa Amikom Yogyakarta yang meninggal dunia usai mengikuti aksi demonstrasi di depan Mapolda DIY pada Jumat (29/8/2025) lalu.
Senin (1/9/2025) siang, ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan Jogja Memanggil berdatangan ke rumah duka di Dukuh Jaten, Sendangadi, Sleman. Mereka hadir bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menyerukan agar kematian Rheza diusut secara terang-benderang.
Fuad Baehaqi, koordinator lapangan aksi Jogja Memanggil, menegaskan bahwa kehadiran massa tidak hanya mewakili mahasiswa.
Advertisement
"Harapan masyarakat dan mahasiswa kasus ini dibuka seterang-terangnya. Jangan ditutupi," kata Fuad.
Menurutnya, aksi damai yang digelar sebelumnya merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi. Setelah itu, massa sepakat untuk hadir ke rumah duka dan memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang mereka sebut sebagai pejuang keadilan.
"Jogja Memanggil setelah forum Cik Di Tiro ini adalah rangkaian terakhir, di luar ini bukan rangkaian dari kami," imbuhnya.
BEM Amikom Lakukan Investigasi Mandiri
Kematian Rheza menyisakan banyak tanda tanya. Video yang diduga memperlihatkan keberadaan Rheza saat aksi di Mapolda DIY sudah beredar luas di media sosial, memicu simpati sekaligus kemarahan publik.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Amikom Yogyakarta menyatakan masih terus mengumpulkan data, fakta, dan keterangan dari saksi-saksi. Investigasi mandiri ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus upaya mencari kejelasan peristiwa yang merenggut nyawa mahasiswa mereka.
Forum BEM se-DIY lewat akun Instagramnya menuliskan bahwa Rheza sempat mengikuti aksi unjuk rasa di Yogyakarta pada Minggu (31/8).
"Kami tidak tahu persis kejadiannya, sehingga kami tidak bisa memberikan keterangan yang terjadi seperti apa. Karena ini juga belum menginvestigasi. Kita baru dapat informasinya tadi siang," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Amikom Yogyakarta Ahmad Fauzi di Yogyakarta, Minggu (31/8).
Ketua BEM Amikom Yogyakarta Alfito Afriansyah menyampaikan hal senada. Menurutnya, pihak BEM belum dapat memastikan kronologi lengkap yang dialami Rheza.
"Perihal kronologinya, sama dengan pernyataan Pak Wakil Rektor tadi, kami belum menginvestigasi secara menyeluruh, sehingga kami belum tahu apa sebetulnya yang terjadi, kejadian apa yang kemudian dialami saudara Reza," ujarnya.
Terkait informasi bahwa Rheza sempat mengikuti aksi, Alfito mengaku pihaknya masih terus mencari data.
"Kami sudah mencari tahu, dan harapannya bisa mendapatkan informasi lebih luas agar dapat mengkorelasikan dengan informasi serta kejadian yang dialami saudara Reza," katanya.
Â
Penjelasan Pihak Rumah Sakit
Â
Â
Â
Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyatakan, saat tiba di RS, kondisi Rheza Sendy Pratama cukup mengenaskan dan penuh luka tak wajar. Rheza sudah tidak sadarkan diri. Tim medis berusaha melakukan penyemalatan dengan picu jantung. Namun nyawanya tidak tertolong.
"Satu pasien yang kami terima terus dinyatakan meninggal datang pada Sabtu dini hari dalam kondisi jelek. Tiba pukul 06.30 WIB, tim medis berusaha menyelamatkan namun pukul 07.06 WIB dinyatakan meninggal," kata Banu pada Senin (1/9/2025).
Mengenai penyebab kematiannya, Banu menyatakan secara medis Rheza mengalami henti jantung. Sedangkan terkait dengan kondisi fisiknya, karena keluarga tidak ingin dilakukan visum maka pihak Sardjito tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Banu menuturkan, pihak RS Sardjito telah mengeluarkan surat keterangan kematian yang saat ini sudah disimpan dan jika nanti pihak hukum memintanya akan diserahkan.
"Mengenai korban yang meninggal dalam aksi apa dan dimana kita tidak tahu," jelasnya.
Kata Kapolri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kepolisian masih melakukan pendalaman terkait meninggalnya seorang mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta yang diduga terjadi saat mengikuti aksi demonstrasi, Minggu (31/8/2025).
"Ya saya kira semuanya sudah jelas kan apa yang terjadi dan saat ini sedang dilaksanakan pendalaman meninggalnya karena apa," kata Kapolri di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Kapolri turut menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan sejumlah orang dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai daerah di tanah air.
"Sudah lumayan banyak (yang diamankan) tapi belum kami himpun. Ada beberapa yang sudah ditangkap namun karena masih terus bertambah nanti akan kita informasikan secara resmi," kata dia.
Kapolda DIY Angkat Bicara
Â
Dalam kesempatan mengunjungi rumah duka, Minggu malam (31/8/2025), Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono mengatakan, meski keluarga menyatakan keikhlasan, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya siap membuka penyelidikan jika ada bukti baru atau permintaan dari keluarga.
"Kalau keluarga berubah pikiran, kami siap melakukan penyidikan. Kalau masyarakat punya bukti atau saksi, silakan disampaikan," kata Anggoro.
Â
Advertisement
Kronologi Kerusuhan di Mapolda DIY
Kerusuhan di depan Mapolda DIY yang berujung pada tewasnya Rheza bermula sejak Sabtu malam (30/8/2025) hingga Minggu pagi (31/8/2025). Menurut keterangan kepolisian, sekitar 50 orang tak dikenal melakukan pelemparan batu, petasan, hingga bom molotov ke arah petugas. Mereka juga merusak kawat duri pengaman.
Situasi membesar hingga melibatkan sekitar 500 orang. Bentrokan pun terjadi antara massa dan warga sekitar. Polisi baru bisa mengendalikan keadaan sekitar pukul 06.00 WIB.
Dari peristiwa itu, polisi mengamankan puluhan orang, termasuk pelajar SMP dan SMA/SMK, bahkan beberapa di antaranya positif narkoba. Barang bukti berupa satu senjata tajam dan dua botol molotov juga disita.
Sebanyak enam orang terluka, terdiri dari lima orang dari pihak perusuh serta satu aparat kepolisian. Seluruh korban luka dilarikan ke RS Bhayangkara Polda DIY.
Polda DIY menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aksi anarkis tersebut, dan mengimbau orang tua serta sekolah lebih ketat dalam melakukan pengawasan.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334683/original/035664900_1756728292-IMG_1645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8730876/original/077754000_1782817723-1000002927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1071836/original/021479300_1448938529-penjara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8639647/original/084785200_1782643944-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.04.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8651602/original/014097600_1782666412-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_17.17.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2872441/original/051482100_1564935670-KERETA_API-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528786/original/061172800_1782460439-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_1.49.51_PM.jpeg)