Macan Tutul yang Kabur di Lembang Park Zoo Titipan BBKSDA, Hasil Rescue dari Kuningan

Seekor macan tutul yang kabur dari Lembang Park & Zoo, Kabupaten Bandung Barat, merupakan titipan dari Balai Besar Konservasi Dumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 19:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seekor macan tutul yang kabur dari Lembang Park & Zoo, Kabupaten Bandung Barat, merupakan titipan dari Balai Besar Konservasi Dumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Satwa itu rencananya akan dilakukan observasi kesehatan di kawasan wisata tersebut.

Sebelumnya, macan tutul tersebut hasil rescue Kantor Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (26/8/2025) lalu. Peristiwa penemuannya pun sempat viral di media sosial.

Kemudian, macan tutul itu pun berhasil ditangkap dan diselamatkan kemudian dititipkan di Lembang Park & Zoo oleh BBKSDA. Satwa tersebut tiba di Lembang Park & Zoo pada Selasa (26/8/2025) malam untuk dititipkan. Rencananya, macan tutul itu akan dilepasliarkan di wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan mengatakan, hewan tersebut kabur dari kandang karantina sekira pukul 04.30 WIB, Kamis, (28/8/2025). Miftah menduga, hewan itu mengalami stress dalam proses adaptasi dengan lingkungan yang baru.

"Sehingga hewan tersebut berhasil kabur dari karantina kami. Kita memang memberitahu ke pengunjung bahwa kami tutup lebih awal. Karena untuk sterilisasi area, karena persiapan untuk penangkapan hewan yang diduga kabur tersebut," kata Miftah di Lembang Park & Zoo.

 

Koordinasi dengan TNI-Polri

Miftah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan BBKSDA untuk menangani peristiwa tersebut.

Sejumlah tim telah dibentuk untuk melakukan penyelamatan macan tutul yang diduga masih berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

"Sebetulnya karena hewan ini pada dasarnya tidak berbahaya. Namun karena ini sifatnya liar, kita tidak pernah bisa menduga reaksi dari hewan tersebut jika bertemu dengan lingkungan yang baru," kata dia.

 

Tangkap Hidup-Hidup

Untuk saat ini, lanjut dia, pihaknya akan berupaya untuk menangkap hewan buas itu hidup-hidup karena macan tutul termasuk yang dilindungi. Keputusan itu berdasarkan koordinasi dari sejumlah pihak terkait yang turut serta menangani peristiwa itu.

"Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak-pihak yang terkait, diputuskan hewan ini diusahakan ditangkap hidup-hidup. Karena macan tutul termasuk hewan yang dilindungi. Namun jika memang nyatanya di lapangan terjadi hal yang tidak diinginkan, atas izin dari pihak yang berwenang, kita diperbolehkan untuk menembak mati macan tersebut," jelas Miftah.