Wakil Rektor Ungkap Dwi Hartono Pernah Jadi Makelar Penerimaan Mahasiswa Baru Unissula

Dwi Hartono, dalang pembunuhan kepala cabang bank BUMN di Jakarta, M Ilham Pradipta, ternyata pernah terlibat kasus makelar penerimaan mahasiswa baru di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 14:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Semarang - Dwi Hartono, dalang pembunuhan kepala cabang bank BUMN di Jakarta, M Ilham Pradipta, ternyata pernah terlibat kasus makelar penerimaan mahasiswa baru di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Keterlibatan Dwi Hartono diungkapkan Wakil Rektor I Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Bidang Akademik dan Kerja Sama, Andre Sugiono.

Kepada Liputan6.com Andre menjelaskan, Dwi Hartono pernah menjadi makelar yang mencoba memasukkan calon mahasiswa ke Fakultas Kedokteran (FK) di kampus tersebut. Bahkan, Dwi Hartono melakukan tindakan melawan hukum, yakni dengan memalsukan ijazah SMA.

"Yang bersangkutan itu dulu itu makelar penerimaan mahasiswa baru. Jadi dia memalsukan ijazah SMA calon mahasiswa baru dari IPS menjadi IPA, atau paket C, supaya bisa diterima di Fakultas Kedokteran Unissula," kata Andre, Kamis (28/8/2025)

Andre menjelaskan praktik kotor pemalsuan ijazah langsung terbongkar dan langsung diproses hukum. Tidak saja Dwi Hartono, Mahasiswa yang yang mendaftar di Unissula dengan memalsukan ijazah tidak diterima sebagai mahasiswa Unissula.

"Ketahuannya dari prosedur ada verifikasi dan validasi ijazah SMA calon mahasiswa baru. Yang dipalsukan ijazah SMA, bukan Unissula," tambahnya menjelaskan prosedur penerimaan mahasiswa baru kampus Unissula.

 

Pemalsuan Ijazah 12 Tahun Lalu

Upaya pemalsuan ijazah dalam penerimaan mahasiswa baru terjadi sekitar 12 tahun lalu.

"Tahun 2012 terungkap dan sudah divonis hukumannya. Siswanya nggak ada yang keterima," imbuhnya.

Andre menambahkan, institusi Unissula sempat terseret-seret dalam kasus tersebut karena lokasi terjadinya praktik pemalsuan saat itu terkait seleksi masuk perguruan tinggi.

"Karena itu kan kriminal umum ya. Jadi kita di akademik tidak ikut-ikutan," tambah Andre sambil menambahkan Adapun ijazah yang dipalsukan oleh Dwi Hartono itu merupakan ijazah tingkat SMA paket C.

Andre menambahkan akibat kasus pemalsuan ijazah pada 2012 Dwi Hartono sempat mendelam di penjara.