Aksinya Ikat Tali Sepatu Paskibraka Viral, Ini Profil Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Prawoko menjadi sorotan luas setelah insiden di upacara penurunan bendera Merah Putih di Alun-alun Wates.

Diperbarui 19 Agustus 2025, 07:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ambar Purwoko menjabat sebagai Wakil Bupati Kulon Progo untuk periode 2024-2029. Sosok ini menarik perhatian publik, tidak hanya karena latar belakangnya sebagai pengusaha sukses, tetapi juga karena aksi spontannya yang sempat viral di media sosial mengikat tali sepatu anggota Paskibraka.

Pria kelahiran Magelang, 27 Januari 1982 ini, sebelumnya dikenal luas di dunia bisnis dengan kepemilikan beberapa perusahaan. Dia memutuskan untuk terjun ke dunia pemerintahan setelah maju dalam Pilkada Kulon Progo 2024 bersama calon Bupati Agung Setyawan.

Ambar menjadi sorotan luas setelah insiden di upacara penurunan bendera Merah Putih di Alun-alun Wates. Aksi spontan Ambar Purwoko yang membantu mengikat tali sepatu anggota Paskibraka menjadi perbincangan hangat. Kejadian ini memperlihatkan sisi humanis dari seorang pejabat publik.

Jejak Karier dan Politik Ambar Purwoko

Sebelum mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko telah memiliki rekam jejak yang panjang di dunia usaha. Dia dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses dengan berbagai lini bisnis. Jabatan ini merupakan puncak dari perjalanan panjangnya dalam berkarier, baik di sektor swasta maupun kini di pemerintahan daerah.

Dalam perjalanan politiknya, Ambar Purwoko maju pada Pilkada Kulon Progo 2024 sebagai calon wakil bupati, berpasangan dengan Agung Setyawan. Dia sempat menjadi sorotan publik setelah dipecat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) karena dukungannya terhadap Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Ambar Purwoko memilih mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan seragam PKB secara sukarela pada tahun 2023.

Harta Kekayaan dan Latar Belakang Pendidikan

Sebagai pejabat publik, transparansi harta kekayaan menjadi hal penting. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 5 September 2024, Ambar Purwoko memiliki total harta kekayaan senilai Rp2.082.250.000. Angka ini mencerminkan aset yang dimilikinya sebelum menjabat.

Rincian harta kekayaan Ambar Purwoko terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp893.000.000, alat transportasi dan mesin senilai Rp898.000.000, serta harta bergerak lain senilai Rp191.250.000. Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp100.000.000. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai kondisi finansialnya.

Mengenai latar belakang pendidikan, Ambar Purwoko menempuh pendidikan terakhir di D3 Politeknik Manajemen PPKP-UNY. Pria yang lahir di Magelang pada 27 Januari 1982 ini, saat ini berusia 42 tahun.

Aksi Viral Mengikat Tali Sepatu Paskibraka

Sebelumnya, Ambar mengikat tali sepatu anggota Paskibraka saat upacara penurunan bendera Merah Putih di Alun-alun Wates, Kulon Progo. Insiden terjadi ketika tali sepatu salah satu anggota Paskibraka, Fatah Raihan, terlepas. Kejadian ini sempat membuat proses pelipatan bendera terhenti sejenak, menciptakan ketegangan di tengah khidmatnya upacara.

Ambar secara spontan berdiri dari kursi VVIP dan berlari menghampiri anggota Paskibraka tersebut. Tanpa ragu, Ambar Purwoko kemudian berjongkok dan membantu mengikatkan tali sepatu yang terlepas, sebuah tindakan yang berlangsung sekitar 8 detik. Anggota Paskibraka tetap dalam posisi tegak sempurna selama proses ini.

"Tindakan tersebut hanya agar melancarkan dan mensukseskan prosesi pengibaran bendera yang sedang berlangsung," kata Ambar kepada wartawan, Senin (18/8).

Dalam video yang beredar, Ambar yang mengetahui ikatan tali sepatu anggota Paskibraka terlepas, segera menghampiri di tengah upacara. Dia berjalan, kemudian menunduk dan mengikat tali sepatu anggota Paskibraka.

Baginya, tindakan mengikat tali sepatu anggota Paskibraka agar proses upacara tetap berlangsung khidmat. Dia tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Ambar mengaku khawatir dengan kondisi tali sepatu yang tidak terikat. Dikhawatirkan bisa membuat anggota Paskibraka terjatuh.

Menurutnya, tidak masalah meskipun menjabat sebagai Wakil Bupati tetapi mengikat tali sepatu petugas Paskibraka.

"Tidak ada masalah. Kita tuh menunduk untuk naik bukan menginjak untuk naik,” tegasnya.

Ambar menuturkan, merendah untuk membantu itu bukan rendahan. Apalagi sebagai sosok yang memiliki jiwa Pramuka harus diamalkan untuk menolong dalam kondisi apapun.

“Spontanitas itu bisa dilihat,” jelasnya.

Diketahui, anggota Paskibraka tersebut adalah Fatah Raihan. Ketika itu dia sedang memegang sang saka merah putih. Tiba-tiba Ambar datang untuk mengikatkan tali sepatunya yang terlepas. Dia pun tidak menyangka kalau tali sepatunya terlepas.

“Sebelum penurunan sudah saya cek, kencang, tetapi tidak tahu kenapa bisa lepas. Saya tidak menyangka ketika Pak Ambar turun langsung ke lapangan untuk menalikan sepatu saya. Jika tidak ditalikan, mungkin saya bisa jatuh,” ucapnya.