Update Pencarian Azka yang Hilang di Watu Togok

Tim SAR gabungan menyisir darat dan laut hingga ke perairan Pacitan, namun tanda-tanda keberadaan korban tak ditemukan. Sang kakak, Wilda, memilih tetap bertahan di lokasi dengan harapan akan ada keajaiban.

OlehHendro
Diperbarui 03 Agustus 2025, 23:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Pencarian terhadap Azka Nurfadilah (28), wisatawan asal Pondok Ranggon, Jakarta Timur, yang dilaporkan hilang di Pantai Siung, Tepus, Gunungkidul, masih terus dilakukan hingga hari kedelapan, Minggu (3/8/2025). Meski upaya penyisiran telah dilakukan dari darat hingga laut, hasil sementara masih nihil.

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan tim gabungan dari berbagai unsur telah dikerahkan sejak pagi hingga sore hari. Tim dibagi menjadi beberapa SRU (Search and Rescue Unit) dengan cakupan wilayah pencarian yang cukup luas dan medan yang menantang.

"Tim darat terbagi menjadi tiga SRU. SRU 1 menyusuri bawah tebing hingga ke Watu Togok. SRU 2 menelusuri atas tebing sampai Bukit Pengilon, dan SRU 3 menjelajah hingga ke atas Gunung Batur," jelas Sunu.

Sementara itu, tim laut juga melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Sekitar pukul 11.35 WIB, dua perahu tim SAR tiba kembali di Pantai Siung setelah menyisir perairan laut hingga ke wilayah Pacitan, Jawa Timur. Namun hasilnya masih nihil.

 

Operasi SAR Ditutup

Upaya lanjutan penyisiran kembali dilakukan mulai pukul 13.30 WIB ke arah timur hingga pukul 16.00 WIB. Sayangnya, tak satu pun tanda atau barang milik Azka ditemukan. 

"Tidak ada indikasi atau petunjuk yang bisa kami jadikan dasar untuk memperluas pencarian secara lebih spesifik. Saat ini, korban masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian," ujar Sunu.

Ia menambahkan, operasi resmi hari ini ditutup, namun semua tim tetap siaga jika ada informasi baru. “Kami siap melakukan evakuasi kapan saja jika ada laporan yang mengarah ke keberadaan korban,” tegasnya.

Dalam operasi hari kedelapan ini, sejumlah personel dari TNI AL Posal Sadeng, Koramil Tepus, Polsek Tepus, Dit Polair Polda DIY Pos Sadeng, Polair Polres Gunungkidul, Basarnas Pos Gunungkidul, Senkom, serta relawan dan warga ikut terlibat aktif. 

Cuaca yang tidak menentu dan medan yang ekstrem menjadi salah satu kendala yang cukup menyulitkan proses pencarian.