Geruduk Kampus, Mahasiswa Tuntut Guru Besar Unsoed Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat

Aspirasi mahasiswa disampaikan langsung kepada Dekan Fisip Unsoed.

Diperbarui 29 Juli 2025, 13:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banyumas - Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuat sejumlah mahasiswa bereaksi. Mereka melakukan aksi menuntut agar dosen bergelar profesor itu dipecat.

Mereka menggeruduk kampus Senin (28/7/2025), dan langsung bertemu Dekan Fisip Unsoed Slamet Rosyadi yang baru saja dilantik sebagai dekan.

Dengan mengenakan almamater universitas, ratusan mahasiswa membawa spanduk yang menyuarakan tuntutan. Di antaranya "Unsoed Darurat Kekerasan Seksual", "Stop Sexual Violence", "Profesor Dicabut atau Kami Tuntut", "Dosen Cabul, Satgas Mandul", dan lain-lain.

Koordinator lapangan aksi tersebut Adya Galih Musyafa, mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk luapan kekecewaan mahasiswa karena lambannya penanganan kasus dugaan kekerasan seksual oleh oknum tersebut.

"Kami ingin ada sanksi tegas dari birokrasi, tidak hanya skorsing dua semester, tapi pelaku harus dikeluarkan dari Unsoed," ujarnya.

Saat ini, pihak Unsoed telah menunjuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) untuk mendampingi korban dan tim 7 yang mendalami kasus tersebut. Namun menurutnya, keberadaan Satgas PPK belum menunjukkan kinerja optimal.

"Kami ingin birokrat memberikan sanksi kepada pelaku sampai pencopotan. Sampai dipecat," tambahnya.

 

Dekan Fisip Unsoed Dukung Aksi Mahasiswa

Ia menegaskan aksi ini harus didengar tidak hanya oleh pihak kampus, tetapi juga agar sampai ke tingkat pusat.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa berhasil memaksa Dekan Fisip, Slamet Rosyadi untuk menandatangani tuntutan. Di mana salah satu poinnya adalah memberikan sanksi tegas kepada pelaku kekerasan seksual.

Ditemui usai unjuk rasa, Dekan Fisip, Slamet Rosyadi mengaku memberi dukungan kepada pihak mahasiswa. Pihaknya menegaskan mengecam segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus, termasuk yang dilakukan oknum dosen atau tenaga pendidik terhadap mahasiswa.

"Berdasarkan laporan dan data yang diterima dan hasil investigasi oleh tim terkait, kami mengakui adanya pelanggaran berat berupa kekerasan seksual yang dilakukan oleh salah satu dosen Fisip terhadap salah satu mahasiswa," katanya.

Lebih lanjut, pihak dekanat akan menindaklanjuti aspirasi dan tuntutan mahasiswa dan menyatakan persetujuan penuh terhadap tuntutan untuk mencabut seluruh hak akademik dan administratif pelaku. "Serta mengeluarkan yang bersangkutan dari lingkungan kampus secara permanen," tegasnya.

Tindakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusional dan komitmen untuk mewujudkan Fisip Unsoed sebagai ruang aman, sehat dan bebas dari kekerasan seksual.

Adapun terkait proses administratif dan hukum akan dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Â