Liputan6.com, Majene - Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan terdampar dan mati di perairan Baturoro, Desa Tubo Selatan, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (24/7) dini hari. Tragisnya, bagian rahang bawah paus tersebut dipotong oleh warga.
Kepala Dusun setempat, Muhammad Tahir, menyayangkan tindakan warga yang datang dan memotong bagian rahang paus. Ia mengaku telah mengingatkan warga agar tidak mengganggu bangkai mamalia laut tersebut.
"Saya sudah sampaikan ke warga agar tidak disentuh dulu, tapi yang datang ini diduga dari luar desa dan langsung memotong rahangnya pakai mesin," kata Tahir.Â
Advertisement
Akibat pemotongan itu, air laut di sekitar pantai pun berubah menjadi merah akibat darah yang keluar dari rahang bangkai paus tersebut. Hal itu memicu kekhawatiran dan keprihatinan masyarakat setempat.
Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulbar, Zaehu M, turut membenarkan ihwal penemuan bangkai paus sperma yang terdampar tersebut. Setelah diidentifikasi, mamalia langka yang dilindungi itu diketahui memiliki panjang 11,2 meter dengan lebar sekitar 1,7 meter.
"Menurut keterangan warga sekitar, paus tersebut terdampar sekitar pukul 02.30 WITA dan mengalami beberapa luka di tubuhnya akibat benturan dengan karang di sekitar lokasi," ujar Zaehu dalam keterangannya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, lanjut Zaehu, DKP Provinsi Sulbar mengimbau masyarakat setempat agar penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, yakni dengan metode penenggelaman.
"Hal ini bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit serta menjaga ekosistem laut. Ini merupakan upaya tanggap cepat dari pemerintah dalam menghadapi insiden paus sperma terdampar di wilayah pesisir Majene," jelasnya.
Zaehu pun mengimbau masyarakat untuk selalu melaporkan kejadian serupa agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan perlindungan mamalia laut.
"Kasus paus sperma terdampar seperti ini menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat laut dan meningkatkan kesadaran konservasi di wilayah pesisir," pungkasnya.
Â
Simak juga video pilihan berikut ini:Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/721398/original/027674400_1632628540-Screen_Shot_2021-09-26_at_11.54.50.png)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5295215/original/088123000_1753431099-FB_IMG_1753429441482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884477/original/ACg8ocJREsAsdQaP_nhdAJL-16rqd-zqi89ZLO-R1BdRN3rTTbRJxRA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574887/original/094497900_1777991556-dbeb4cf4-c99e-44d6-825f-e35a5856ab52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5512969/original/054518000_1771999709-paus-sperma-terancam-punah-terdampar-di-pantai-israel-liputan6-527509.jpg)