Potret Sekolah Internasional Tangerang: Ketika Guru-guru Tanah Air Jadi Tulang Punggung Pendidikan

Di kawasan BSD, ada lahan yang sebelumnya diisi oleh retail, dirombak menjadi ILON Academy, lembaga pendidikan dengan jenjang Sekolah Dasar (SD), yang siap melengkapi deretan sekolah internasional di kawasan tersebut.

Diterbitkan 18 Juli 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang - Memasuki tahun ajaran baru, sejumlah sekolah di kawasan Tangerang, berlomba menawarkan kurikulum internasional dengan biaya sekolah seminimal mungkin. Di kawasan BSD, tepatnya di kawasan pusat perbelanjaan, salah satu sudutnya, dirombak menjadi ILON Academy, lembaga pendidikan dengan jenjang Sekolah Dasar (SD), yang siap melengkapi deretan sekolah internasional di kawasan tersebut.

Namun, Founder and Chairman ILON Academy, Sudino Lim memastikan, meski memiliki predikat internasional, sekolah tersebut akan diisi oleh tenaga pendidik mayoritas guru-guru dari Indonesia, sisanya akan diisi oleh pengajar asing. "Kita tahu, orang tua yang ada di middle class ini terkadang dilema. Di satu sisi, mereka ingin sekolahkan anak di sekolah internasional tetapi dana tidak cukup. Karena, sekolah internasional itu per bulan bisa Rp20 juta,"katanya.

Lalu, lanjut Sudino Lim, sekolah yang ada di Indonesia namun tidak berbasis internasional, memang terjangkau, tapi mutu pendidikannya belum terpenuhi. Dengan mengusung kerangka inquiry based International Baccalaureate (IB) Primary Years Programme (PYP) yang terintegrasi secara menyeluruh dengan Kurikulum Nasional Indonesia, serta pendekatan Matematika Singapura, serta penerapan sistem pendidikan dari Finlandia, ILON Academy tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga tumbuh kembang karakter anak secara holistik.

"Pendidikan yang kami terapkan itu menggunakan sistem di Firlandia, tidak lagi anak ini terpaku sama buku, teori, lalu tugas. Tapi akan dilakukan pengembangan karakter dan cara berpikir. Sehingga, tujuan pemerintah untuk anak cerdas, generasi emas, dan SDM yang bagus, bisa terpenuhi," ujarnya.

Sementara itu Vice President Mall Sinar Mas Land, Yani C. Dewi menambahkan, kehadiran ILON Academy melengkapi eksositem pendidikan yang tengah dibangun pihaknya, khususnya area Qbig. "Tentu kami tidak hanya membangun kawasan DigitalHub, tapi tentunya ekosistem pendidikan juga, kita bisa lihat beberapa lembaga pendidikan hadir disini. Dan untuk ILON Academy hadir di QBig ini, tentu menjadi nuansa baru. Karena QBig dikenal jadi pusat retail, tapi dunia retail itu berkembang dinamis sehingga, tidak jadi pusat belanja saja, tetapi jadi ruang komunitas atau ruang experience, salah satunya dengan hadirnya lembaga pendidikan ini," ungkapnya.

ILON Academy akan mulai beroperasi pada Februari 2026 mendatang dengan kapasitas maksimum 25 siswa per kelas dan menjaga rasio guru-siswa 1:12, sehingga setiap peserta didik memperoleh perhatian dan pendampingan optimal. Serta fasilitas belajar tematik seperti ruang Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM), area pengembangan bahasa, dan ruang terbuka hijau.