Pelaku Pencatutan Nama Tertangkap, Bupati Gunungkidul Luapkan Amarah

Seorang pria asal Jawa Timur diamankan warga di Padukuhan Ngunut, Playen, usai mencatut nama Bupati Gunungkidul untuk menipu calon ASN. Bupati Endah datang langsung dan meluapkan amarahnya.

OlehHendro
Diterbitkan 15 Juli 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gunungkidul - Suasana di Padukuhan Ngunut, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen, Gunungkidul, mendadak tegang pada Senin malam (14/7/2025). Seorang pria berinisial AB diamankan warga karena diduga terlibat dalam dua aksi penipuan sekaligus penjualan mobil sewaan dan pencatutan nama Bupati Gunungkidul dalam modus rekrutmen calon ASN.

Kabar bahwa nama Bupati Gunungkidul dicatut dalam aksi penipuan ini dengan cepat sampai ke telinga Endah Subekti Kuntariningsih. Tanpa menunggu lama, Bupati Endah yang saat itu didampingi asisten pribadi, beberapa anggota kepolisian, serta warga langsung mendatangi lokasi AB diamankan.

Setibanya di lokasi, suasana makin memanas. Tatapan tegas Bupati Endah mengarah langsung ke sosok AB yang duduk di antara kerumunan warga. AB tampak gugup, keringat membasahi pelipisnya, dan sorot matanya tak mampu menatap balik wajah pemimpin daerah itu.

Dengan nada tinggi dan wajah penuh emosi, Bupati langsung menyentak pelaku di depan umum. "Panjenengan iki kok wani-wanine njupuk jeneng kula!" (Anda ini berani sekali mencatut nama saya!), seru Bupati Endah dalam bahasa Jawa halus.

AB tak kuasa membela diri. Ia hanya menunduk, sesekali bergumam pelan, mencoba memberi penjelasan yang terdengar berbelit-belit. Namun, alih-alih meredakan suasana, jawaban itu justru menyulut kemarahan Bupati.

“Orang ini jelas-jelas mempermainkan nama baik saya dan institusi pemerintah. Ini mencederai kepercayaan masyarakat,” kata Bupati.

Dari keterangan warga, AB awalnya dicurigai lantaran terlibat dalam kasus jual beli mobil sewaan. Setelah ditelusuri lebih lanjut, warga menemukan bahwa pria asal Jawa Timur itu juga menjanjikan sejumlah orang untuk lolos menjadi ASN dengan syarat membayar Rp10 juta. Yang mengejutkan, AB mengaku memiliki "akses langsung" ke Bupati Gunungkidul sebagai jaminan janji manisnya.

 

Warga Diimbau Waspada

Dari hasil interogasi warga, AB akhirnya mengaku mencatut nama Bupati demi meyakinkan para korban bahwa proses rekrutmen tersebut resmi.

Melihat kondisi yang makin tidak kondusif, pihak kepolisian yang sudah bersiaga di lokasi segera mengamankan AB. Sekitar pukul 22.00 WIB, tim dari Satreskrim Polres Gunungkidul membawa AB untuk diperiksa lebih lanjut di Mapolres.

Kepolisian menyatakan saat ini AB masih menjalani pemeriksaan intensif. Kasatreskrim Polres Gunungkidul menyebutkan bahwa pihaknya mendalami apakah AB beraksi seorang diri atau memiliki jaringan.

Sementara itu, Bupati Endah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau institusi pemerintah.

"Jangan mudah percaya pada janji-janji yang tidak masuk akal. Pemerintah tidak pernah memungut biaya untuk seleksi ASN. Bila ada yang mengatasnamakan saya atau pejabat lain, laporkan segera ke pihak berwajib," pungkasnya.