Dentuman dan Gemuruh Letusan Gunung Ili Lewotolok, Naik Status ke Level Siaga

Lontaran material pijar ini mengakibatkan kebakaran vegetasi di sekitar lereng utara dan timur laut. Erupsi juga disertai suara gemuruh dan dentuman lemah–kuat,” katanya

Diperbarui 04 Juli 2025, 11:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Geologi menetapkan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur (NTT), per tanggal 2 Juli 2025. Saat ini, status gunung api tersebut berada pada Level III (Siaga).

“Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA) terhitung pada tanggal 2 Juli 2025 pukul 20.00 WITA,” disampaikan Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid.

Dia mengatakan, peningkatan aktivitas erupsi semakin intens sejak 27 Juni 2025. Peningkatan aktivitas erupsi ini ditandai dengan semakin tingginya kolom erupsi yang mencapai 1.200 meter dari puncak dan lontaran material pijar yang ke segala arah dengan jarak lontaran terjauh mencapai sekitar 1.500 meter.

“Lontaran material pijar ini mengakibatkan kebakaran vegetasi di sekitar lereng utara dan timur laut. Erupsi juga disertai suara gemuruh dan dentuman lemah–kuat,” katanya.

"Letusan disertai gemuruh 24 kali dengan tinggi 200-300 meter," sambungnya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Radius Aman 3 KM

Seiring peningkatan status, Badan Geologi pun segera menyampaikan rekomendasi bagi masyarakat. Pengunjung atau pendaki diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Selain itu, mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas. Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah.

“Karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi. Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu,” jelas Wafid.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Deşa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung.