Liputan6.com, Yogyakarta - Oknum yang mengeksploitasi anggrek endemik Gunung Merapi, Vanda tricolor membuat hbitat alami anggrek rusak dan populasinya menurun drastis. Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Innaka Ageng Rineksane mengembangkan metode percepatan pertumbuhan anggrek endemik Gunung Merapi, melalui inovasi kultur jaringan berbasis bahan alami.
“Vanda tricolor merupakan anggrek endemik Merapi yang memiliki kombinasi warna putih, ungu, dan merah kekuningan, serta aroma harum yang khas. Sayangnya, habitatnya terus menyusut karena dampak erupsi dan eksploitasi manusia,” ujar Innaka di Laboratorium Kultur In Vitro Program Studi Agroteknologi, Senin 23 Juni 2025.
Ia menjelaskan pertumbuhan Vanda tricolor secara alami tergolong lambat dan umumnya berkembang biak hanya melalui biji yang jatuh atau tunas anakan. Sebagai langkah konservasi, Innaka memanfaatkan teknik kultur jaringan untuk memperbanyak anggrek secara ex-situ, yakni di luar habitat aslinya.
Advertisement
Melalui teknik ini, bibit anggrek endemik Gunung Merapi dapat diperbanyak di laboratorium hingga menjadi plantlet yang siap ditanam kembali di alam. Namun, karena biaya kultur jaringan cenderung mahal akibat penggunaan bahan kimia impor, Innaka melakukan terobosan dengan mengganti bahan tersebut menggunakan alternatif lokal yang lebih murah dan ramah lingkungan.
“Kami mengganti bahan-bahan mahal seperti sitokinin benzilaminopurin dan media MS dengan air kelapa, pupuk daun, dan pupuk organik cair (POC). Hasilnya tetap efektif dalam merangsang pertumbuhan tunas Vanda tricolor di laboratorium,” jelasnya.
Simak Video Pilihan Ini:
Inovasi Pelestarian Anggrek Endemik
Inovasinya sudah teruji lewat program pengabdian masyarakat yang melibatkan petani pelestari anggrek di kawasan lereng Merapi. Selain mengenalkan media tanam alternatif, petani juga diajarkan penggunaan pupuk organik untuk mendukung keberhasilan perbanyakan anggrek di lapangan.
Menurut Innaka, apabila metode ini diterapkan secara luas, tidak hanya akan mendukung konservasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai ekonomi Vanda tricolor, mengingat tingginya permintaan pasar terhadap tanaman hias eksotis.
“Kalau kita bisa memperbanyak dan mengomersialkan anggrek ini, setidaknya bisa mengurangi eksploitasi dari alam liar. Jadi masyarakat tidak perlu mengambil langsung dari habitatnya di lereng Merapi. Biarkan populasi alami tetap lestari, dan kita jual hasil kultur dari laboratorium,” imbuhnya.
Meski perbanyakan bibit anggrek endemik Gunung Merapi sudah berhasil, dan bahkan sudah memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum dan HAM RI, tantangan selanjutnya adalah mempercepat masa pertumbuhan hingga berbunga, yang secara alami memerlukan waktu cukup lama. Untuk itu, Innaka bersama tim kini tengah mengembangkan pupuk hayati berbasis bakteri menguntungkan.
“Pupuk ini mengandung bakteri yang membantu menyediakan nutrisi bagi anggrek. Saat ini kami sudah berhasil mengisolasi delapan jenis bakteri. Langkah selanjutnya adalah uji molekuler untuk memastikan identitas dan efektivitas bakteri tersebut terhadap pertumbuhan Vanda tricolor,” tutup Innaka.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1706120/original/017620800_1505104632-anggrek_vanda_tricolor_merapi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8383833/original/057103900_1782262774-IMG-20260624-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8347249/original/064991000_1782220586-viking_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435038/original/086391400_1765002403-Screenshot_2025-12-06_132515.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)