Replika Rumah Cut Nyak Dhien, Jejak Perlawanan Rakyat Aceh di Masa Penjajahan

Bangunan rumah ini terletak di jalur antara pusat Kota Banda Aceh menuju kawasan Lampuuk. Perjalanan menuju ke lokasi akan ditemani dengan pemandangan wilayah pesisir dengan pantai yang indah.

Diterbitkan 03 Juli 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Aceh - Replika Rumah Cut Nyak Dhien berada di Jalan Cut Nyak Dhien, Desa Lampisang, Peukan Bada, Aceh Besar. Meski bukan bangunan asli, rumah ini menyimpan jejak perjuangan Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar.

Bangunan rumah ini terletak di jalur antara pusat Kota Banda Aceh menuju kawasan Lampuuk. Perjalanan menuju ke lokasi akan ditemani dengan pemandangan wilayah pesisir dengan pantai yang indah.

Mengutip dari laman Indonesia Kaya, rumah replika ini berbentuk rumah panggung. Rumah ini bukanlah bangunan asli milik sang pahlawan nasional, melainkan hasil rekonstruksi.

Rumah asli Cut Nyak Dhien telah hangus dibakar Belanda pada 1896. Pembakaran tersebut dilakukan sebagai respons atas manuver Teuku Umar.

Saat itu, Teuku Umar secara mengejutkan berbalik melawan Belanda. Ia membawa persenjataan, amunisi, logistik, dan pasukan yang ia dapatkan dari Belanda.

Pembangunan rumah replika dilakukan pada 1981 hingga 1982. Hal ini dilakukan sebagai upaya pelestarian memori perjuangan Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar.

Meski replika, bentuk rumah aslinya tetap dipertahankan. Bangunan rumah ini mencerminkan arsitektur rumah panggung khas Aceh yang sarat nilai budaya.

Pada serambi utama rumah ini terdapat sejumlah foto dokumentasi yang merekam pendudukan Belanda di Aceh. Foto-foto tersebut juga menampilkan tokoh-tokoh penting yang memainkan peran dalam sejarah perlawanan di Aceh.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Dokumentasi Perjuangan

Pada bagian dalam rumah, terdapat sebuah lorong kecil menuju serambi belakang. Sama halnya dengan serambi depan, ruangan ini juga dipenuhi foto-foto dokumentasi yang merekam masa-masa perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan.

Menuju ke ruang makan dan dapur, terdapat beberapa replika senjata yang digunakan para pejuang Aceh. Pada sisi kiri bangunan, terdapat kamar tidur milik Cut Nyak Dhien yang berdampingan dengan ruang tamu. Ruang tamu inilah yang menjadi tempat para pejuang merancang berbagai siasat dan strategi.

Berbagai rapat rahasia tersebut mempertemukan Teuku Umar dengan para pejuang Aceh lainnya. Salah satu peristiwa penting yang terjadi di tempat ini adalah saat Teuku Umar dan para panglima berdebat keras sebelum memutuskan untuk kembali mengangkat senjata melawan Belanda. Peristiwa ini terjadi pada 30 Maret 1896.

Kala itu, Teuku Umar membawa seluruh pasukan di bawah komandonya. Perlengkapan 800 pucuk senjata, 25.000 butir peluru, 500 kilogram amunisi, serta uang sebesar 18.000 dolar AS juga disiapkan. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah perlawanan Aceh terhadap kolonialisme.

Replika Rumah Cut Nyak Dhien di Aceh menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi. Rumah ini menjadi saksi bisu perjuangan dan perlawanan rakyat Aceh di masa penjajahan.

Penulis: Resla