PHF 2025 Sukses Digelar, Jadi Motor Penggerak UMKM dan Industri Hospitality Sulsel

Phinisi Hospitality Fair 2025 sukses digelar, ditutup dengan Phinisi Awarding Night bagi pelaku terbaik.

OlehFauzan
Diperbarui 23 Juni 2025, 00:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Phinisi Hospitality Fair (PHF) 2025 resmi ditutup pada Minggu (22/6) di Phinisi Point Mall (PIPO) Makassar, setelah sukses diselenggarakan selama tiga hari. Acara yang digelar sejak 20 Juni 2025 ini berlangsung meriah dan berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.

PHF 2025 tak hanya menjadi ajang pameran produk perhotelan, pernikahan, lifestyle, dan kuliner, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Event tahunan ini berhasil memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri hospitality dan pergerakan ekonomi lokal.

CEO Phinisi Hospitality Indonesia (PHI Group), Anggiat Sinaga, menyebut PHF 2025 sebagai langkah pemicu (trigger) untuk mendorong kreasi dan kolaborasi bersama UMKM agar roda perekonomian semakin bergerak.

"Seperti yang saya sampaikan sejak awal, ini adalah langkah awal, sebuah pemicu untuk menciptakan kreasi, mencoba menjual, dan berkolaborasi dengan UMKM secara bersama untuk merangsang pertumbuhan ekonomi," ujar Anggiat.

Menurutnya, dampak kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh unit hotel di bawah Phinisi Group, tetapi juga memberikan efek berganda yang langsung menyentuh pelaku UMKM dan masyarakat luas.

"Kalau UMKM bergerak, akan semakin banyak orang kaya baru. Kalau semakin banyak orang kaya baru, maka semakin banyak orang yang menginap di hotel dan makan di restoran. Ini adalah siklus multi-level efek yang kita bangun bersama," tambahnya.

Kolaborasi Penggerak Ekonomi Daerah

Sementara itu, Asisten III Pemkot Makassar, Andi Herfida Attas, mengapresiasi gelaran PHF 2025 dan menegaskan pentingnya event-event serupa untuk terus digalakkan sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan UMKM.

“Untuk meningkatkan UMKM, memang kita harus sering-sering membuat event seperti ini. Menggeliatkan ekonomi itu harus dimulai dari bawah, dari pelaku UMKM kita,” ungkap Herfida.

Ia juga berharap agar event seperti PHF tidak hanya diselenggarakan setahun sekali, tetapi bisa dilaksanakan secara berkala, minimal setiap dua bulan.

“Kalau kegiatan seperti ini rutin dilakukan, akan sangat luar biasa dampaknya. Pemerintah Kota Makassar siap mendukung sinergi dengan industri hospitality, karena dari awal kami tidak pernah menutup ruang. Justru dengan menggeliatkan UMKM seperti ini, kita membuka pintu masuk ekonomi ke Kota Makassar,” tegasnya.

Herfida menambahkan bahwa yang perlu diperkuat ke depan adalah kolaborasi dan komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas industri hospitality untuk bersama-sama mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Penutupan PHF 2025 menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk terus membangun ekosistem hospitality dan UMKM yang semakin kuat dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

PHF Award Night

Dalam kegiatan ini juga digelar Phinisi Awarding Night, sebuah ajang penghargaan bergengsi yang menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan tertinggi dari Phinisi Hospitality Fair kepada individu, lembaga pemerintah, maupun perusahaan swasta yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sektor hospitality, perhotelan, MICE, dan pariwisata di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.

Penghargaan tertinggi pada malam itu diberikan kepada Andi Ilhamsyah Mattalatta yang menerima Lifetime Achievement in Hospitality 2024 atas dedikasi dan peran panjangnya dalam memajukan sektor hospitality. Bank Sulselbar dinobatkan sebagai penerima Top Valued MICE Award 2024, sementara Olga Lim Tur terpilih sebagai penerima Top Valued Travel Award 2024. Penghargaan Sustainable Business Award 2024 disematkan kepada Andi Amar Ma'ruf Sulaiman, sedangkan Mr. Yohan Tangkesalu meraih Sustainable Tourism Award 2024.

Tak kalah penting, penghargaan Top Customer Experience Award 2024 juga diberikan kepada sejumlah lembaga dan individu yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap kepuasan pelanggan, di antaranya Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, BNI, Hj. Juhrah, Nasir, PT Buana Paotere Wisata, dan Said dari CV Tani Beru Pratama.

Melalui penghargaan ini, PHF 2025 berharap dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan membangun ekosistem industri hospitality yang berkelanjutan dan inklusif di Sulawesi Selatan.