Asa Pertanian Perkotaan jadi Gaya Hidup Warga Kota Bandung

Salah satu program andalan pertanian perkotaan di Kota Bandung adalah Buruan SAE, yang memanfaatkan pekarangan rumah dan Seinfarm sebagai model pertanian terpadu

Diterbitkan 26 Juni 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Pertanian perkotaan atau urban farming jangan dipandang sebelah mata, sektor ini bisa jadi pilar ketahanan pangan di Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat menghadiri peringatan ke-53 Hari Krida Pertanian Tingkat Kota Bandung di Sekemala Integrated Farm (Seinfarm), Sabtu, 21 Juni 2025.

Pemerintah Kota Bandung, katanya, mendukung pertanian perkotaan. Inovasi jadi kunci bagi daerah yang sudah tidak lagi memiliki ketersediaan lahan pertanian yang memadai seperti Kota Bandung.

"Kita tidak punya sawah luas, tapi kita punya semangat, teknologi, dan inovasi. Dan itu cukup untuk menjadikan pertanian urban sebagai kekuatan baru," katanya.

Erwin mengklaim, salah satu program andalan pertanian perkotaan di Kota Bandung adalah Buruan SAE, yang memanfaatkan pekarangan rumah dan Seinfarm sebagai model pertanian terpadu, serta dukungan terhadap pertanian digital.

"Kita ingin membangun sistem pertanian kota yang mandiri, berkelanjutan, dan dicintai anak muda," akunya. “Kita ingin pertanian menjadi bagian gaya hidup kota,” imbuh Erwin.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Beri Bantuan dan Dorong 80 Kelompok Baru

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Gin Gin Ginanjar menargetkan, pembentukan 80 kelompok baru Buruan Sae.

“Hari ini kita mulai bantuan sarana dan prasarana untuk 80 kelompok baru tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, meskipun Kota Bandung memiliki keterbatasan lahan, sektor pertanian tetap hidup berkat kreativitas dan semangat petani urban.

“Petani di Bandung punya karakter unik, mereka kreatif dan tidak kalah inovatif dari petani di wilayah pedesaan,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung memberikan sejumlah bantuan dan penghargaan bagi para petani dalam Peringatan ke-53 Hari Krida Pertanian 2025.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, secara simbolis.

Kelompok Tani Swargi dari Cipadung, Kecamatan Cibiru, menerima bantuan traktor untuk mendukung mekanisasi lahan pertanian mereka. Sedangkan Kelompok Tani Mulya Abadi dari Gedebage mendapat bantuan benih padi untuk meningkatkan hasil panen.

Kelompok Tani Sawah Lega dari Kecamatan Cidadap memperoleh bantuan benih hortikultura. Sedangkan Kelompok Cajambe Tangguh dari Ujungberung menerima dukungan sarana untuk pengembangan program Buruan SAE Terpadu 2025.

Bantuan sosial berupa beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) juga diberikan kepada Suhaimegil warga Kelurahan Pasanggrahan sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat rentan.

“Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian, provinsi, dan juga anggaran kota,” jelas Gin Gin.