Tari Lalayon, Ekspresi Kasih Sayang Muda-mudi Maluku Utara

Tari lalayon memiliki gerakan indah yang lekat dengan cinta dan kasih sayang. Sesuai makna utamanya, tarian ini umumnya dibawakan secara berpasangan.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Maluku - Tari lalayon merupakan sebuah tarian tradisional dari Maluku Utara. Tari pergaulan ini berisi pesan-pesan romantis yang diungkapkan melalui gerakan tubuh.

Tari lalayon memiliki gerakan indah yang lekat dengan cinta dan kasih sayang. Sesuai makna utamanya, tarian ini umumnya dibawakan secara berpasangan.

Selama menari, mereka akan menampilkan gerakan-gerakan indah di sepanjang babak. Selain itu, mereka juga menampilkan ekspresi penuh senyum yang menunjukkan kebahagian.

Kostum penari lalayon didominasi warna-warna cerah, seperti kuning, hijau, dan merah muda. Warna-warna ini juga menggambarkan keceriaan hati.

Kostum yang dikenakan adalah baju koja, baju adat khas Maluku Utara peninggalan Kesultanan Ternate. Baju koja perempuan berupa kebaya dengan bawahan kain songket, sementara untuk laki-laki berupa baju, celana panjang, dan jubah panjang.

Para penari lalayon juga mengenakan aksesori berupa sapu tangan warna-warni, penutup kepala khas Maluku Utara bernama toa pulu, konde, ikat pinggang, kalung, gelang, dan aksesori lainnya. Adapun untuk bagian kaki, para penari tak mengenakan alas kaki apapun ketika menari.

Sementara itu, lagu yang dimainkan adalah lagu berirama Melayu. Lagu dalam tarian ini menjadi elemen penting dalam membentuk atmosfer romantis di atas panggung. Gerakan, ekspresi, kostum, hingga lagu saling berpadu untuk menyampaikan pesan kasih sayang dan cinta dengan jelas.

 

Kasmaran

Selama tampil, para penari yang berpasangan ini akan saling berpandangan seolah sedang kasmaran. Penari pria akan melakukan gerakan menggoda di hadapan wanita, sementara penari wanita akan mengekspresikan senyuman yang menjadi tanda menerima sang pria. Tarian terus berlanjut seolah memperlihatkan tubuh mereka yang sedang berdialog melalui gerakan.

Tari lalayon biasanya dibawakan dalam berbagai acara formal, seperti acara adat maupun pesta perkawinan. Tarian ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat Ternate di Maluku Utara, sehingga generasi muda pun masih mengenal dan mengetahui tarian ini.

Meski keromantisan menjadi pesan utama dalam tari lalayon, tetapi tarian ini juga dapat dimaknai sebagai ungkapan syukur atas berbagai anugerah Tuhan. Rasa syukur tersebut diungkapkan melalui tarian penuh cinta dalam gerakan tari lalayon.

Penulis: Resla