Liputan6.com, Pekanbaru - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akhirnya menyelesaikan audit dugaan korupsi surat perintah perjanan dinas di DPRD Riau. Audit itu nantinya dijadikan penyidik telah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau sebagai salah satu bukti.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Komisaris Besar Ade Kuncoro menjelaskan, audit dari BPKP Perwakilan Riau diterima pada Rabu lalu. Auditor juga sudah memamparkan hasil audit di depan penyidik.
Advertisement
"Berita acara resmi akan diserahkan ke kami pada Selasa pekan depan," kata Ade, Kamis siang, 5 Juni 2025.
Hasil audit ini akan dibawa ke gelar perkara di Mabes Polri. Bersama alat bukti lainnya, audit bakal menjadi dasar penyidik mencari orang bertanggung jawab dalam kasus yang terjadi pada tahun 2020-2021 itu.
"Yes, gelar dalam rangka penetapan tersangka," tegas Ade menjawab apakah gelar perkara juga bertujuan menetapkan tersangka.
Sebelumnya, korupsi SPPD dimasa Sekretaris DPRD Riau dijabat oleh Muflihun itu berpotensi merugikan negara Rp160 miliar. Ade dikonfirmasi tak menampik jumlahnya ratusan miliar.
"Lebih besar dari yang pernah saya sampaikan," ucap Ade.
Untuk kepastian nominal kerugian negara dalam kasus ini, Ade berjanji bakal menyampaikan setelah menerima berita acara penyerahan dari BPKP ke Polda Riau.
"Akan saya infokan angkanya," janji Ade.
Â
*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Sita Aset
Dalam kasus ini, penyidik telah meminta keterangan puluhan orang. Baik itu mantan Sekretaris DPRD Riau yang pernah menjabat sebagai Pj Wali Kota Pekanbaru, sejumlah Kabag, pegawai hingga tenaga harian lepas.
Sejumlah orang yang menjadi anggota DPRD Riau periode 2019-2024 juga diminta keterangan. Sejumlah aset dan bangunan diduga hasil uang SPDD fiktif turut disita penyidik.
Sejumlah orang juga mengembalikan uang kepada penyidik, baik itu aparatur sipil negara ataupun tenaga harian lepas. Sejumlah dokumen juga disita penyidik untuk mendalami kasus ini.
Seorang artis yang juga selebgram Hana Hanifah pernah diperiksa penyidik dalam kasus ini. Dia diduga menikmati aliran Rp1 miliar dari SPPD yang diterbitkan di Sekretariat DPRD Riau.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1652262/original/071294400_1745220850-1000403036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243448/original/095528900_1749105521-IMG_20250113_145611.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571518/original/019032300_1777628631-Tips_Jual_Beli_HP_Bekas_Aman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4295762/original/070036900_1674104872-ilustrasi_korupsi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4244425/original/068669400_1669778962-ilustrasi_korupsi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8422104/original/033931900_1782308866-598508485_18496923889078171_7455892634430590830_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544377/original/099043800_1775102405-BPJS_Ketenagakerjaan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3934854/original/013210600_1644918542-20220215-PENCAIRAN-JHT-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763398/original/043311900_1778666345-5.jpg)