Beredar Video Gunung Kelud Erupsi Disertai Kilatan, Badan Geologi: Hoaks!

Rekaman video di media sosial yang terlihat dari Kabupaten Blitar hanya merupakan fenomena meteorologi atau fenomena cuaca.

Diperbarui 30 Mei 2025, 14:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Beredar video yang memperlihatkan erupsi disertai kilatan-kilatan petir di Gunung Kelud, Jawa Timur, Kamis (29/5/2025). Badan Geologi menyatakan kabar tersebut keliru atau berita hoaks. 

Video menarasikan, erupsi berlangsung selama satu jam dari pukul 18.30-19.30 WIB. Peristiwa itu diisukan terlihat dari wilayah Kabupaten Blitar. Badan Geologi pun langsung melakukan verifikasi melalui pos pengamatan dan tak terekam adanya aktivitas erupsi.

"Berdasarkan hasil verifikasi melalui Pos Pengamatan Gunung Api Kelud, data kegempaan dari seismograf tidak merekam adanya aktivitas erupsi Gunung Api Kelud, bahkan fenomena petir yang terlihat dalam narasi video juga tidak terekam di seismograf," ungkap Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, Jumat (30/5/2025).

Wafid juga menyampaikan, hasil pantauan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api terlihat adanya formasi awan yang cukup tebal disertai hujan dan kilatan-kilatan petir yang terjadi di utara atau di barat laut Gunung api Kelud.

Dengan demikian, tegas Wafid, rekaman video di media sosial yang terlihat dari Kabupaten Blitar hanya merupakan fenomena meteorologi atau fenomena cuaca, serta tidak ada hubungannya dengan aktivitas Gunung Kelud.

"Dapat dipastikan narasi video yang menyebutkan bahwa terjadi erupsi di Gunung Kelud adalah tidak benar atau hoaks," katanya.

Saat ini tingkat aktivitas Gunung api Kelud yang terletak di Provinsi Jawa Timur, berada pada Level I (Normal). Secara visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati.

"Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut," jelasnya.

 

Aktivitas Gunung Kelud

Badan Geologi menyatakan, data kegempaan yang tercatat di Pos Pengamatan Gunung api Kelud dalam kurun waktu seminggu terakhir (22 – 29 Mei 2025) terekam 1 kali gempa Vulkanik Dalam, 2 kali gempa Tektonik Lokal, dan 16 kali gempa Tektonik Jauh.

Badan Geologi mengimbau masyarakat maupun pihak pemerintah daerah agar tidak mudah mempercayai isu-isu erupsi gunung api yang beredar dari sumber tidak jelas.

Informasi terkait aktivitas gunung api terkini, katanya, dapat diakses melalui saluran-saluran resmi milik Badan Geologi seperti aplikasi atau website Magma Indonesia, Badan Geologi, serta media sosial milik PVMBG.