9 Komputer SMK Pertanian di Sukabumi Digondol Maling, Hambat Kegiatan Belajar Siswa

SMK Negeri Pertanian 1 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi dibobol maling. Sebanyak 9 unit komputer hilang, akibatnya kegiatan belajar siswa terhambat karena harus bergantian menggunakan PC seadanya.

Diperbarui 22 Mei 2025, 21:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Insiden pencurian dikabarkan terjadi di SMK Negeri 1 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Komputer hingga uang dilaporkan hilang. Kejadian ini mengganggu kegiatan belajar para siswa. 

Ketua Program Keahlian Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMKN 1 Pertanian Sukaraja, Irman Suherman membenarkan peristiwa sekolah dibobol maling itu terjadi pada Sabtu (17/5/2025) dini hari. Dia menyebut, pencurian ini merupakan kali kedua, sebelumnya kejadian serupa terjadi pada tahun 2022 lalu. 

“Kejadiannya pada Sabtu kemarin, pelaku berhasil menggondol berbagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK),” kata Irman ditemui pada Kamis (22/5/2025).

Setidaknya, terdapat 9 unit komputer dan laptop yang hilang di ruang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Selain itu, uang berjumlah sekitar Rp2 juta di loker siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) juga turut jadi sasaran maling sekolah

Irman mengungkapkan, kejadian ini sangat berdampak pada proses pembelajaran karena perangkat penunjang belajar tersebut merupakan fasilitas praktik utama bagi siswa SMK. Saat ini, pihak sekolah terpaksa harus memberlakukan sistem giliran penggunaan komputer yang tersisa.

“Dampaknya besar, apalagi kami sedang dalam masa uji kompetensi keahlian dan akan menghadapi penilaian akhir semester. Beberapa siswa yang tidak memiliki HP biasanya menggunakan fasilitas lab, dan sekarang itu tidak bisa maksimal,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku diduga sudah memahami situasi dan kondisi sekolah, termasuk barang-barang yang bernilai tinggi yang jadi sasaran pencurian. 

Dia pun menjelaskan, para pelaku diduga masuk melalui jendela yang dicongkel dan bagian teralis yang dirusak. Sedangkan di ruang ATPH, terdapat bekas congkelan pada pintu, dsn gembok yang rusak. 

“Sekolah yang memiliki luas sekitar 2,4 hektar ini memang memiliki sisi pagar yang belum permanen di bagian selatan, diduga menjadi akses masuk para pelaku,” ungkapnya. 

Sebelum kejadian, petugas keamanan melakukan pengecekan seluruh area sekolah pada pukul 02.00 WIB, lalu saat kembali melakukan pengecekan pukul 05.00 WIB, lampu depan sekolah sudah padam dan kondisi lab komputer sudah dibobol.

“Kami menduga pelaku tahu persis kapan waktu lengah penjagaan. Akses masuknya bisa dari selatan yang pagarnya belum permanen, atau dari sisi timur dekat jalan raya. Pada kejadian sebelumnya, barang-barang juga ditemukan berserakan di sawah arah jalan,” tuturnya.

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan kepolisian untuk meningkatkan keamanan, khususnya di masa menjelang ujian sekolah atau uji kompetensi yang rentan terhadap aksi kejahatan serupa.

“Kami mohon adanya patroli rutin dari aparat keamanan, terutama menjelang masa-masa penting seperti ujian. Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terus berulang,” tutupnya.

 

Kerugian Diperkirakan Capai Rp130 Juta

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukaraja, Resor Sukabumi Kota, AKP Hendra Gunawan menerangkan, bahwa pelaku diduga masuk ke area sekolah melalui jalur belakang dengan cara memanjat pagar kawat. Kemudian pelaku membobol ruang laboratorium komputer.

“Pelaku mengambil beberapa perangkat elektronik, seperti satu unit laptop, lima unit PC all-in-one merk HP, dan empat unit komputer merek Advance dari ruang laboratorium komputer,” ujar Hendra.

Dia mengatakan, pelaku maling sekolah juga mencongkel pintu ruang jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan berhasil membawa kabur satu unit laptop berwarna silver, satu unit proyektor (infocus), serta uang tunai sekitar Rp2,7 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp130 juta.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus sekolah dibobol maling ini. Tiga orang saksi telah diperiksa, termasuk petugas keamanan yang bertugas pada malam kejadian.

“Kami tengah berkoordinasi dengan tim Resmob Polres Sukabumi Kota dan Satreskrim. Dugaan sementara, pelaku adalah spesialis pembobol sekolah. Jenis barang yang dicuri juga termasuk sulit dijual bebas karena hanya digunakan untuk keperluan tertentu,” ungkapnya.

Pihaknya menyebut, proses identifikasi pelaku terkendala karena seluruh kamera CCTV di sekolah mati akibat tersambar petir beberapa waktu lalu. Berdasarkan jumlah barang yang hilang, polisi menduga pelaku lebih dari satu orang. Polisi pun masih menyelidiki kasus pencurian di sekolah ini. 

“Kami menduga, aksi kali ini dilakukan oleh jaringan spesialis yang sama dengan kasus sebelumnya, yang juga pernah beraksi di beberapa sekolah lain di wilayah Sukabumi,“ terang dia.