Liputan6.com, Yogyakarta - Museum Dewantara Kirti Griya di Yogyakarta memiliki koleksi telepon milik Ki Hadjar Dewantara yang menyimpan nilai historis. Selain surat-menyurat, Ki Hadjar Dewantara juga berkomunikasi melalui telepon tersebut.
Pada masa itu, telepon menjadi barang eksklusif yang tak dimiliki oleh sembarang orang. Konon, hanya kalangan masyarakat kelas atas saja yang memilikinya.
Telepon di Indonesia muncul di masa kolonial. Mereka membangun sambungan telepon di Batavia pada 1882. Dari yang awalnya telepon engkol, alat komunikasi ini kemudian berkembang menjadi telepon putar, telepon tombol, hingga telepon seluler yang dikenal saat ini.
Advertisement
Keberadaan telepon di masa lalu dapat ditemui di Museum Dewantara Kirti Griya yang berlokasi di Jalan Taman Siswa No.31 (dulu no.25), Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta. Telepon tersebut adalah koleksi pribadi Ki Hadjar Dewantara.
Mengutip dari laman Dinas Kebudayaan Yogyakarta, koleksi tersebut berupa telepon dinding buatan Pabrik Kellogg Swedia yang dibuat sekitar 1924. Koleksi telepon ini dipamerkan di Ruang 3 yang dulunya merupakan teras rumah Ki Hadjar Dewantara.
Penempatan koleksi tersebut bertujuan agar ruangan museum tetap menyerupai keadaan asli bekas rumah Ki Hadjar Dewantara tempo dulu. Keunikan telepon ini terletak pada nomornya yang hanya terdiri dari dua digit, yaitu 43.
Telepon tersebut tak hanya digunakan khusus untuk Ki Hadjar Dewantara. Para pamong di Tamansiswa juga menggunakannya untuk berkomunikasi.
Selain itu, telepon tersebut juga bebas digunakan oleh masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, telepon dinding tersebut sengaja diletakkan di ruang tamu teras rumah Ki Hadjar Dewantara yang terbuka dan menghadap ke jalan raya. Ki Hadjar Dewantara juga mengutus anaknya, Bambang Sokawati Dewantara, untuk menyampaikan pesan-pesan panggilan kepada masyarakat sekitar.
Â
Museum Dewantara Kirti Griya
Mengutip dari laman Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, bangunan Museum Dewantara Kirti Griya memang menempati bekas kediaman Ki Hadjar Dewantara. Bangunan bergaya indis yang memadukan arsitektur Eropa dan Jawa ini dibangun pada 1915 dan telah tercatat dalam buku register Kraton Yogyakarta 26 Mei 1926 dengan nomor Angka 1383/1.H.
Bagian depan bangunan ini memiliki atap berbentuk limasan, sedangkan atap bangunan belakang berbentuk kampung. Bangunan Museum Dewantara Kirti Griya terdiri dari sembilan bagian, yaitu ruang tamu, kamar kerja, ruang tengah, kamar tidur keluarga, kamar tidur putri Ki Hadjar Dewantara, kamar tidur Ki Hadjar Dewantara, emperan, kamar mandi dan wc, serta dapur.
Sebelum ditempati Ki Hadjar Dewantara, awalnya bangunan ini merupakan milik Mas Ajeng Ramsinah. Ia adalah seorang janda penguasa perkebunan Belanda.
Bangunan tersebut kemudian dibeli Tamansiswa atas nama Ki Hadjar Dewantara, Ki Sudarminto, dan Ki Supratolo pada 14 Agustus 1934. Pada 18 Agustus 1951, bangunan tersebut dihibahkan kepada Yayasan Persatuan Tamansiswa.
Saat rapat Pamong (Guru) Tamansiswa 1958, Ki Hadjar Dewantara mengusulkan gagasan agar rumahnya di kompleks Perguruan Tamansiswa dijadikan museum. Pada waktu yang sama, Ki Hadjar Dewantara merumuskan sebuah konsep kebudayaan Trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas).
Pada 26 April 1959, Ki Hadjar Dewantara wafat. Mulai 1960, Tamansiswa berusaha mewujudkan gagasan mendiang Ki Hadjar Dewantara. Kemudian pada 1963, panitia pendiri Museum Tamansiswa dibentuk yang terdiri dari Keluarga Ki Hadjar Dewantara, Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Sejarawan, dan Keluarga Besar Tamansiswa.
Pada 11 Oktober 1969, Ki Nayono menerima surat pribadi dari Nyi Hadjar Dewantara yang meminta perhatian kepada Majelis Luhur agar bekas tempat tinggal Ki Hadjar Dewantara yang sudah dinyatakan sebagai Dewantara Memorial segera dijadikan museum. Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 1970, cita-cita Ki Hadjar Dewantara untuk menjadikan rumahnya sebagai museum terwujud.
Museum tersebut diresmikan dengan nama Dewantara Kirti Griya yang berarti sebuah rumah yang berisi hasil kerja Ki Hadjar Dewantara. Nama tersebut merupakan pemberian seorang ahli bahasa Jawa, Hadiwidjono.
Museum ini sekaligus menjadi saksi bisu awal kelahiran Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta pada 1971. Pada Mei 2007, kantor Barahmus dipindah ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Museum ini menyimpan benda-benda peninggalan Ki Hadjar Dewantara semasa hidup, seperti surat-surat, perlengkapan rumah tangga, foto dan film, buku, serta telepon dinding buatan Pabrik Kellogg Swedia. Museum Dewantara Kirti Griya telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 243/M/2015.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1581892/original/018906300_1493705234-Ki_Hajar_Dewantara_patung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8639647/original/084785200_1782643944-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.04.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8651602/original/014097600_1782666412-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_17.17.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2872441/original/051482100_1564935670-KERETA_API-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8598442/original/004955100_1782571048-Kedai_Lokalti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8595965/original/015846800_1782566608-Mojah_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528786/original/061172800_1782460439-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_1.49.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475914/original/072997800_1782386472-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_21.55.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472878/original/021323700_1782378604-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_4.01.24_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393239/original/076368000_1782273722-Tangan_Nona_Indonesia.jpg)