Liputan6.com, Jember - Ketenangan warga di Dusun Cangkring Baru, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, pada Kamis (15/05/2025) pagi, sontak pecah. Diawali teriakan histeris, beberapa menit berselang tangisan menyeruak dari sejumlah anggota keluarga. Pagi itu, salah seorang anggota keluarga, seorang pemuda berinisial AW ditemukan tewas gantung diri. Jenazah pria 24 tahun itu tergantung di sebuah pohon mangga yang ada di depan rumahnya.
Adalah sang bibi yang pertama kali mendapati keponakannya itu tergantung dengan seutas tali besar di pohon setinggi 5 meter tersebut. “Saksi pertama (bibi korban) langsung memanggil suaminya dan juga anggota keluarga lain. Mereka kemudian berupaya menurunkan jenazah dengan memotong tali. Juga memaggil orang tua korban dan juga polisi,” ujar Kapolsek Jenggawah AKP Eko Basuki Teguh Argowibowo, Jumat (16/5/2025).
Begitu jenazah berhasil diturunkan, warga sempat berupaya menyelamatkan korban. Namun upaya itu sia-sia karena korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Tidak diketahui secara pasti, kapan korban nekat menggantungkan diri ke atas. Pada jenazah, memang terdapat luka gores di wajah sebelah kiri. Namun menurut polisi, hal itu bekas penganiayaan. “Diduga akibat benturan dengan pohon mangga," ungkap Eko.
Advertisement
Penyelidikan sementara polisi menyimpulkan korban tewas karena bunuh diri. Tidak ada proses autopsi karena keluarga menyatakan ingin langsung memakamkan korban. "Dari pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan pelaksanaan autopsi," tutur Eko.
Dari keterangan pihak keluarga, diduga korban memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena faktor depresi terkait hubungan percintaan. "Karena hubungan asmara korban dengan kekasihnya, tidak disetujui oleh keluarganya," pungkasnya.
Perlu Pencegahan Serius Bersama
Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat, lebih dari 720 ribu kasus bunuh diri setiap tahunnya. Depresi ditempatkan pada urutan nomor 4 penyakit di dunia, dan diprediksikan akan menjadi masalah gangguan kesehatan yang utama. Bunuh diri menjadi isu kesehatan masyarakat serius saat ini.
Dikutip dari laman Kemenkes, alasan seseorang melakukan bunuh diri sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor biologis, genetik, psikologis, budaya, dan lingkungan. Untuk itu diperlukan upaya serius terkait kesehatan mental, untuk mencegah kejadian bunuh diri. Hal ini bisa dimulai dari tindakan kecil seperti kebaikan sederhana, percakapan terbuka dan mendengarkan tanpa menghakimi. Langkah itu diyakini cukup signifikan dalam mencegah terjadinya kasus bunuh diri.
Selain itu bagi setiap orang, penting untuk menanamkan kesadaran agar bisa melakukan penerimaan terhadap diri sendiri, fokus pada kemampuan diri, tanpa perlu membandingkan dengan orang lain.
Advertisement
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221595/original/089053100_1747364575-IMG_20250516_081329.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)