Batu Gunting Kertas, Permainan Sederhana dengan Strategi Matematika dan Psikologi

Simbol permainan ini yakni batu (menghancurkan gunting), gunting (memotong kertas), dan kertas (membungkus batu). Meskipun terlihat sederhana, permainan ini telah dipelajari secara serius oleh matematikawan, psikolog, dan ahli teori permainan.

Diterbitkan 19 Mei 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Permainan batu gunting kertas sering dianggap sebagai cara cepat untuk mengambil keputusan secara acak. Akan tetapi, permainan ini menyimpan lapisan strategi matematika dan psikologi.

Mengutip dari berbagai sumber, batu gunting kertas atau rock paper scissors (RPS) adalah permainan dua pemain yang menggunakan tiga simbol tangan.

Simbol permainan ini yakni batu (menghancurkan gunting), gunting (memotong kertas), dan kertas (membungkus batu). Meskipun terlihat sederhana, permainan ini telah dipelajari secara serius oleh matematikawan, psikolog, dan ahli teori permainan.

Dalam perspektif matematika, batu gunting kertas adalah permainan dengan kesetimbangan Nash. Hal ini di mana tidak ada strategi tunggal yang selalu menang jika lawan bermain optimal.

Setiap pilihan memiliki peluang menang, kalah, atau seri yang seimbang, yakni 1/3 untuk setiap hasil. Akan tetapi, manusia cenderung tidak sepenuhnya acak dalam memilih, sehingga memunculkan celah untuk strategi prediktif.

Penelitian menunjukkan bahwa pemain sering mengikuti pola tertentu. Seperti halnya menghindari pengulangan simbol atau cenderung memilih gunting setelah kalah dengan batu.

 

Peluang Menang

Pola ini dapat dimanfaatkan oleh lawan yang terlatih untuk meningkatkan peluang menang. Beberapa pemain profesional bahkan menggunakan teknik psikologis, seperti mengamati gerakan awal lawan atau memanipulasi tempo permainan untuk memengaruhi keputusan.

Turnamen batu gunting kertas menerapkan aturan ketat untuk meminimalkan keberuntungan. Federasi Dunia Batu Gunting Kertas (World Rock Paper Scissors Association) mengadakan kejuaraan dengan sistem gugur, di mana pemain harus menguasai strategi statistik dan pengenalan pola.

Beberapa peserta bahkan mempelajari kecenderungan lawan melalui rekaman pertandingan sebelumnya. Perkembangan teknologi juga memengaruhi permainan ini.

Robot dan algoritma kecerdasan buatan (AI) telah dikembangkan untuk mengalahkan manusia dengan menganalisis gerakan dalam milidetik. Sebuah eksperimen di Universitas Tokyo menciptakan robot yang mampu memprediksi pilihan manusia dengan akurasi 100% berkat sensor berkecepatan tinggi.

Batu gunting kertas juga digunakan dalam pengambilan keputusan yang membutuhkan keadilan acak. Misalnya, seperti pembagian tugas atau penyelesaian sengketa kecil.

Penulis: Ade Yofi Faidzun