Martabak Aceh, Hidangan Berkuah Kari Hasil Akulturasi Budaya India

Martabak aceh identik dengan kulitnya yang renyah. Berbalut telur dadar, martabak aceh juga disajikan dengan kuah kari rempah.

Diterbitkan 16 Mei 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Aceh - Martabak merupakan kuliner sejuta umat yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu jenis martabak yang harus dicoba adalah martabak aceh.

Martabak aceh identik dengan kulitnya yang renyah. Berbalut telur dadar, martabak aceh juga disajikan dengan kuah kari rempah.

Mengutip dari laman Indonesia Kaya, martabak aceh menjadi kuliner Aceh yang memadukan cita rasa kompleks. Perpaduan kulit martabak yang renyah, telur dadar yang gurih, serta bumbu yang harum membuat hidangan ini berbeda dengan martabak pada umumnya, baik dari segi tampilan maupun rasa.

Martabak aceh memiliki isian berupa daging sapi atau ayam cincang. Daging tersebut dimasak bersama dengan berbagai rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, dan lada. Adapun kuah kari pada martabak aceh memberikan sentuhan cita rasa India yang berpadu dengan cita rasa lokal.

Kuah kari dibuat dari bahan dasar santan yang diperkaya dengan aneka rempah, seperti serai, daun kari, dan kayu manis. Selain dengan kuah, martabak aceh juga biasa disajikan bersama acar bawang dan cabai rawit. Setiap gigitannya menawarkan sensasi segar dengan rasa pedas yang unik.

 

Akulturasi Budaya dalam Martabak Aceh

Martabak aceh memiliki sejarah panjang yang terhubung dengan budaya kuliner masyarakat Aceh. Awalnya, martabak ini diperkenalkan oleh komunitas India Muslim yang menetap di Aceh.

Seiring berjalannya waktu, martabak ini beradaptasi dengan sentuhan lokal. Masyarakat setempat menyerap berbagai rempah khas India untuk digunakan dalam bumbu martabak. Keberadaan kuah kari juga menjadi bukti adaptasi tersebut.

Hingga kini, martabak aceh telah menjadi hidangan yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat. Hidangan ini bisa ditemukan di warung kopi, restoran, hingga pedagang kaki lima. Kuliner ini juga kerap hadir di momen-momen penting, seperti pertemuan keluarga, perayaan keagamaan, hingga acara resmi.

Penulis: Resla