Ragam Tradisi Minum Teh di Indonesia

Bebeapa tradisi dilakukan sebagai cara baru menikmati teh untuk berbagai kalangan, tetapi ada juga yang memang diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Mengutip dari berbagai sumber, berikut ragam tradisi minum teh di Indonesia

Diterbitkan 13 Mei 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Teh telah menjadi salah satu minuman yang kerap hadir di berbagai hajatan masyarakat Indonesia. Kepopuleran teh diikuti dengan munculnya ragam tradisi dalam menikmati segelas teh.

Bebeapa tradisi dilakukan sebagai cara baru menikmati teh untuk berbagai kalangan, tetapi ada juga yang memang diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Mengutip dari berbagai sumber, berikut ragam tradisi minum teh di Indonesia:

1. Nyahi di Betawi

Nyahi merupakan tradisi minum teh ala masyarakat Betawi yang dilakukan pada pagi maupun sore hari. Teh yang digunakan cenderung ringan alias tidak kental. Rasa teh yang disajikan pun lebih tawar.

Konon, nama nyahi berasal dari bahasa Arab, syahi, yang artinya teh. Beberapa orang mengatakan bahwa tradisi ini lahir dari budaya minum teh ala Tiongkok.

Tradisi nyahi biasanya dinikmati dengan gula kelapa. Pemanis ini dinikmati dengan cara digigit terlebih dahulu, baru dilantjutkan dengan menyeruput teh hangat.

2. Nyaneut di Sunda

Masyarakat Sunda memiliki tradisi minum teh yang disebut nyaneut. Biasanya nyaneut dilakukan saat menyambut malam tahun baru Islam.

Nama nyaneut merujuk pada singkatan nyai haneut atau cai haneut yang berarti air hangat. Nyaneut memiliki tata cara khusus, yakni memutar gelas di telapak tangan sebanyak dua kali.

Selanjutnya, menghirup aroma teh sebanyak tiga kali. Baru setelahnya menyeruput teh tersebut.

 

Patehan di Keraton Yogyakarta

3. Patehan di Keraton Yogyakarta

Tradisi patehan merupakan tradisi minum teh khusus yang hanya boleh dilakukan oleh lingkungan keraton. Nama tradisi ini sendiri diambil dari tempat tradisi ini dilakukan, yakni Bangsa Patehan.

Biasanya, prosesi patehan dilakukan oleh lima perempuan dan lima laki-laki. Dalam meracik dan menyajikan teh, mereka mengenakan pakaian adat Jawa. Mereka akan menyajikan teh lengkap dengan makanan ringan untuk raja, keluarga, dan tamu keraton.

4. Teh Poci di Jawa

Masyarakat di Jawa memiliki tradisi minum teh yang disebut teh poci. Tradisi ini berkembang khususnya di Cirebon, Slawi, Tegal, Brebes, Pemalang, dan sekitarnya.

Sesuai namanya, tradisi ini dilakukan dengan cara menyeduh teh wangi melati di dalam poci bersama gula batu. Selanjutnya, teh dituang ke gelas-gelas kecil. Uniknya, pemanis yang digunakan hanya boleh berupa gula batu tanpa diaduk.

Penulis: Resla