Liputan6.com, Yogyakarta - Pekarangan rumah yang terbatas tidak menjadi penghalang untuk menanam avokad atau alpukat. Tanaman buah ini dapat tumbuh subur dan berproduksi optimal meski di lahan terbatas.
Salah satu varietas yang direkomendasikan adalah siger, jenis unggul yang adaptif di berbagai kondisi lingkungan. Avokad siger menjadi pilihan karena memiliki beberapa keunggulan.
Varietas ini dikenal dengan produktivitas tinggi, mampu menghasilkan 80-100 kilogram per pohon per tahun. Ukuran buahnya besar dengan berat rata-rata 400-600 gram per buah.
Advertisement
Daging buahnya tebal, teksturnya lembut, dan rasanya gurih dengan kandungan minyak mencapai 12-15 persen. Teknik penanaman avokad di lahan sempit memerlukan beberapa penyesuaian.
Pemilihan bibit menjadi faktor penting, sebaiknya menggunakan bibit hasil okulasi atau sambung pucuk yang sudah pasti varietasnya. Bibit dengan tinggi 50-70 cm dan diameter batang 1 cm termasuk kriteria ideal untuk ditanam.
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60x60x60 cm, dicampur dengan pupuk kandang matang sebanyak 20-30 kilogram per lubang. Jarak tanam bisa dipadatkan menjadi 3x3 meter untuk efisiensi ruang, berbeda dengan rekomendasi standar 6x6 meter di lahan luas.
Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada musim kemarau. Pemupukan menggunakan pupuk NPK dengan komposisi 15-15-15 diberikan setiap tiga bulan sekali.
Â
Tanaman Muda
Teknik pembentukan tajuk dimulai sejak tanaman muda, dengan mempertahankan 3-5 cabang utama. Pemangkasan produksi dilakukan setelah panen untuk merangsang pertumbuhan tunas baru yang akan menjadi tempat buah di musim berikutnya.
Panen avokad siger biasanya terjadi 2-3 tahun setelah tanam. Tanda buah siap panen adalah perubahan warna kulit dari hijau tua menjadi lebih muda dan bagian pangkal buah terasa empuk saat ditekan.
Buah dipetik dengan menyisakan tangkai sepanjang 1-2 cm untuk memperpanjang masa simpan. Teknik tabulampot (tanaman buah dalam pot) bisa menjadi alternatif bagi yang memiliki lahan sangat terbatas.
Media tanam terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Pot yang digunakan minimal berdiameter 60 cm dengan kedalaman sama.
Inovasi budi daya vertikal juga dapat diterapkan untuk menanam avokad di ruang sempit. Sistem tanam secara bertingkat memanfaatkan dinding atau pagar sebagai penopang.
Lokasi yang mendapat sinar matahari langsung 6-8 jam per hari ideal untuk pertumbuhan. Perlindungan dari angin kencang diperlukan karena akar alpukat relatif dangkal dan rentan roboh.
Penulis: Ade Yofi Faidzun
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3283190/original/012964600_1604138380-pexels-foodie-factor-557659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263666/original/036517800_1781954973-Kafe_view_merapi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263350/original/020246600_1781891525-beringharjo4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262166/original/087364900_1781773654-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.58.57_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263006/original/005999400_1781856360-unnamed__4_.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262416/original/015658300_1781788900-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_19.51.34__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262132/original/019625000_1781771651-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_3.21.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261697/original/019465600_1781754158-Mahasiswa_pergoki_intel_masuk_UMY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260707/original/033259800_1781627607-dalang2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260082/original/051433200_1781546139-Suasana_Demo.jpg)