Sukses

Mahasiswa Boikot Kampus, Direktur PNN: Kami Sudah Beri Penjelasan soal Tuntutan

Liputan6.com, Nunukan - Polemik yang terjadi di Kampus Politeknik Negeri Nunukan (PNN), Kalimantan Utara masih berlangsung hingga saat ini. Yakni, adanya aksi boikot kampus PNN yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Kejuruan (HMJ) dan mahasiswa PNN.

Aksi boikot kampus ini, buntut kekecewaan dari BEM, HMJ dan mahasiswa kepada pihak manajemen kampus yang dinilai tidak dapat memberikan jawaban maksimal, atas apa yang menjadi tuntutan dari BEM, HMJ dan mahasiswa sehingga melakukan aksi boikot kampus sejak 4 Oktober 2022 kemarin.

Adapun yang menjadi tuntutan para pedemo, antara lain permasalahan layanan proses pembelajaran, administrasi akademik, kemahasiswaan yakni 60 persen proyektivitas dan 40 persen teori, kurangnya fasilitas, kebijakan birokrasi kampus, transparansi dan alokasi dana kampus, serta akreditasi kampus dan program studi.

Terkait aksi boikot kampus PNN ini, Direktur PNN, Arkas Viddy saat dihubungi awak media membenarkan adanya sebagian mahasiswa yang melakukan aksi boikot kampus PNN, namun demikian aktivitas perkuliahan di kampus tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Untuk aktivitas perkuliahan di Kampus PNN tetap berjalan sebagaimana mestinya, tapi memang ada sebagian (mahasiswa) yang memboikotnya, tapi kami sudah maksimal memberikan penjelasan sesuai dengan kewenangan kami," jelas Arkas.

Terkait apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa saat melakukan demo dan hearing beberapa waktu lalu, Arkas mengungkapkan, dari pihak kampus sudah memberikan penjelasan yang detail kepada para mahasiswa, terhadap apa yang menjadi tuntutannya.

"Pada saat hearing 4 Oktober 2022 kemarin, saya sudah jelaskan semua apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa, seperti masalah layanan proses pembelajaran kami jelaskan bahwa Kampus PNN sedang melakukan proses perbaikan kualitas pembelajaran dan kurikulum," ungkapnya.

"Kami juga jelaskan kalau Kampus PNN tengah melakukan penyesuaian jenjang pendidikan dan kompetensi dosen yang mengajar, hingga mengaktifkan kembali guugus kendali mutu di PNN," tambah Arkas.

Begitu pula permasalahan layanan administrasi akademik, disebutkan Arkas, dari pihak Kampus PNN sudah menjelaskan bahwasanya PNN tengah membuat layanan informasi akademik terpadu, serta melakukan peningkatan pelayanan prima kepada para mahasiswa.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Tuntutan Mahasiswa Dianggarkan di APBN 2022

Lanjut Arkas, sedangkan permasalahan layanan kemahasiswaan berupa proyektivitas 60 persen teori dan 40 persen praktik juga telah dijelaskan, hal ini dikarenakan masih minimnya kelengkapan alat praktik yang dimiliki Kampus PNN.

"Kami sudah usulkan ke Kementerian Pendidikan pada 27 Juli 2022 lalu, hanya saja dalam pengusulan ini kan memang membutuhkan proses, selain itu kampus juga sudah membuat kurikulum berbasis Product Base Learning (PBL)," sebut Direktur Kampus PNN.

Termaksud masalah minimnya fasilitas dan rehab gedung kampus, Arkas menegaskan, apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa ini pun sudah ditindaklanjuti pihak kampus dengan penganggaran APBN 2022, tapi pengajuannya baru terdaftar pada akhir September 2022 kemarin.

"Kalau masalah transparansi dan alokasi anggaran, kami sudah jelaskan kalau masalah tersebut sudah ada pihak terkait lainnya dalam melakukan transparansi anggaran," tegasnya.

Sementara itu, Arkas menerangkan, untuk persoalan kebijakan birokrasi kampus juga telah dilakukan evaluasi kembali seperti kebijakan upacara setiap tanggal 17, serta meniadakan aturan tidak diperbolehkannya mahasiswa pria berambut panjang (gondrong).

"Intinya, dari pihak kampus sudah menjelaskan semua yang menjadi tuntutan para mahasiswa itu, termaksud memberikan penjelasan mendalam soal akreditasi Kampus PNN ini," terang Arkas.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan mahasiswa dari Universitas Politeknik Negeri Nunukan (PNN) melakukan aksi boikot kampus. Akibatnya, kegiatan belajar dan mengajar di universitas yang ada di perbatasan Indonesia dan Malaysia itu terhenti sejak, Selasa (04/10/2022) kemarin.

Aksi boikot kampus ini dilakukan, buntut kekecewaan para mahasiswa PNN terhadap pihak kampus yang dinilai tidak transparan serta membuat kebijakan tanpa adanya sosialisasi dan penjelasan, sehingga dirasa memberatkan para mahasiswa.

sebelum memboikot Kampus PNN, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Kejuruan (HMJ) PNN melakukan aksi demo, pada 03 Oktober 2022 dan dilanjutkan dengan hearing bersama Direktur Kampus PNN, pada 04 Oktober 2022.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.