Sukses

4 Tempat Makan Unik di Yogyakarta, Salah Satunya Seolah-Olah Naik Pesawat

Liputan6.com, Yogyakarta - Selain kaya akan destinasi wisata yang menarik, Yogyakarta juga kaya akan tempat makan yang unik dan kekinian. Para pengunjung dapat menyantap aneka makanan yang lezat, sekaligus mendapatkan pengalaman menarik.

Dikutip dari bebagai sumber, berikut tempat makan unik Yogyakarta yang bisa dipilih.

1. Jogja Airport Resto

Jogja Airport Resto menyuguhkan suasana makan di dalam pesawat terbang. Tempat ini berlokasi di Kadirojo I, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

Pengunjung yang datang akan melewati tempat pemeriksaan tas seperti layaknya bandar udara. Kemudian pengunjung juga diharuskan untuk check in di counter.

Tidak perlu menunjukkan tiket atau paspor, tapi di sinilah pengunjung dapat memesan makanan dan minuman. Setelah memesan makanan, pengunjung dapat berjalan melalui lorong kaca menuju pesawat di mana makanan dan minuman akan disajikan.

Meski berada di dalam pesawat, tempat duduk di Jogja Airport Resto tidak kalah nyaman dari resto biasa. Satu meja makan diisi dengan empat tempat duduk yang saling berhadapan.

Jarak antar meja juga cukup luas sehingga pengunjung tidak saling berimpitan. Jogja Airport Resto menawarkan beraneka ragam makanan dan minuman khas Indonesia seperti aneka sup, paket nasi, dan makanan ringan seperti tempe mendoan, pisang goreng, dan masih banyak lagi.

Harga makanan di tempat makan ini mulai dari Rp 15.000 saja. Tempat makan ini buka setiap hari, Senin hingga Jumat buka mulai pikul 10.00 hingga 18.00 WIB. sedangkan saat weekend, Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB.

2. Terminal Kepiting

Seafood menjadi salah satu makanan yang paling diburu saat liburan ke Yogyakarta. Salah satu tempat makan yang tepat untuk menyantap seafood saat berkunjung ke Yogyakarta adalah Terminal Kepiting Jogja.

Resto yang terletak di Jalan Sidomukti, Tiyasan, Condongcatur, Yogyakarta ini punya konsep unik. Restoran ini menawarkan sensasi makan seafood di dalam bus.

Harga makanan di sini pun cukup terjangkau yakni mulai dari Rp12.000 hingga Rp258.000. Selain makan dalam bus, tempat makan ini juga punya pilihan tempat makan lainnya yaitu indoor di dalam joglo atau outdoor dengan view sawah.

Terminal kepiting buka setiap hari buka setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB.

3. Watoe Gadjah

Watoe Gadjah, resto ini menawarkan konsep alam dengan tumbuhan hijau, sungai, dan hadirnya joglo. Watoe Gadjah cocok untuk melepas penat dari suasana perkotaan Yogyakarta.

Resto yang terletak di Jalan Plumbon Raya, Sleman, Yogyakarta ini menawarkan masakan-masakan unik cita rasa khas Kebumen. Harga menu yang ditawarkan juga ramah di kantong.

Aneka menu makanan dibanderol mulai Rp6.000 hingga Rp25.000. Tempat makan Yogyakarta ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB pada hari biasa dan pukul 07.00 hingga 18.00 WIB pada akhir pekan.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kopi Ro Teh

4. Kopi Ro Teh

Kopi Ro Teh menjadi tempat kuliner hidden gem yang wajib dikunjungi, terlebih para pecinta mobil antik. Kopi ro teh  letaknya agak tersembunyi, di pinggiran rel kereta kawasan persawahan yang asri, tetapi tempat ini cukup luas, berdiri di atas lahan seluas 2200 m².

Kopi Ro Teh mengusung konsep yang antimainstream yakni menyajikan arsitektur Jawa klasik yang dipadu dengan nuansa otomotif. Kopi Ro Teh memiliki puluhan koleksi pajangan motor dan mobil antik yang terawat dengan baik.

Mobil-mobil klasik dari berbagai merek tersebut terparkir rapi pada carport. Semua kendaraan jadul ini adalah koleksi dari ayah sang pemilik kafe.

Bahkan, setiap mobil dan motor klasik di sini, diberi informasi detail mulai dari tahun rilis, lengkap dengan cerita dan sejarahnya juga. Untuk menambah pengetahuan para pengunjung.

Lokasinya yang berada di pedesaan dengan pepohonan hijau yang rindang membuat suasana tempat ini begitu menyejukkan. Uniknya lagi nih, pengunjung dapat menikmati makanan sembari menyaksikan view kereta api yang melintas.

Sebab, pintu masuk kafe ini tepat berada di pinggir rel kereta. Kedai ini memiliki dua area, indoor dan outdoor.

Bagian indoor-nya didominasi aksen batu alam pada dindingnya yang dipadukan dengan material kayu lawas di sekeliling bangunan tersebut. Area outdoor-nya cukup lapang, tersedia banyak kursi dari bongkahan batu dan meja kayu berbentuk natural yang memberikan kesan etnik.

Lantainya yang memakai tegel bermotif serta lampu gantung antik semakin memperkuat konsep klasik yang diusung kafe ini.

Menu makanannya menyesuaikan tempatnya, yakni ala rumahan. Favoritnya adalah lontong cap gomeh, yang rasanya juara.

Kopi Ro Teh berjarak sekitar 9,8 km dari pusat kota dengan perjalanan sekitar 20 menit. Tepatnya berada di Jalan Sengon Karang Nomor 16, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

Tempat makan ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.

 

Penulis: Tifani