Sukses

Jaksa di Riau Bonyok Diamuk Massa, Berawal dari Dugaan Tabrak Lari

Liputan6.com, Pekanbaru - Seorang jaksa di Kejati Riau babak belur diamuk warga di Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru. Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial MSP itu kini dirawat di rumah sakit karena bonyok yang dialaminya pada Selasa dini hari, 19 April 2022.

Pria yang menjabat salah satu kepala seksi di Kejati Riau ini menjadi sasaran warga karena diduga melarikan diri usai menabrak seorang perempuan di jalan tersebut. Pelaku juga menyeret sepeda motor korban beberapa meter.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Komisaris Angga Wahyu Prihantoro membenarkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan MSP itu dengan korban Zakiatis Salam. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka berat.

"Korban dibawa ke rumah sakit," kata Angga, Selasa siang.

Dugaan jaksa tabrak lari ini bermula saat pelaku mengendarai Pajero Sport. Dia memacu kendaraannya di Jalan Adisucipto dari arah barat menuju timur atau tak jauh dari markas tentara.

Sampai di depan rumah makan, pelaku menabrak sepeda motor yang dikendarai Zakiatis. Sepeda motor korban datang dari arah berlawanan dan diduga pelaku terlalu mengambil jalur kanan.

"Pengendara motor terpental ke kiri jalan," kata Angga.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Seret Motor

Sadar menabrak orang, pengendara mobil terus memacu kendaraannya sehingga menyeret motor yang ditabraknya. Warga sekitar yang melihat kejadian ini langsung mengejar pelaku.

Mobil pelaku berhenti karena terhalang sepeda motor yang diseretnya. Tak ayal, pelaku menjadi bulan-bulanan warga, termasuk kendaraannya yang mengalami perusakan.

Beruntung, pemukulan terhadap pelaku ini dilihat oleh polisi militer di lokasi. Pelaku diamankan dan dibawa ke rumah sakit karena luka di beberapa bagian badannya.

"Pengendara mobil luka lebam di wajah dan dibawa ke rumah sakit," kata Angga.

Sementara akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materi sekitar Rp10 juta. Selain itu, korban juga mengalami luka berat karena kaki kiri patah dan bahu kiri patah.

"Juga mengalami luka lebam di wajah dan dibawa ke rumah sakit," kata Angga.