Sukses

Bentrokan Warga Pecah di Pulau Haruku Maluku, Polisi Sebut Ada Kesalahpahaman

Liputan6.com, Ambon - Konflik horizontal pecah di Pulau Haruku, Maluku Tengah. Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Drs Lotharia Latif mengimbau warga yang terlibat untuk mau menahan diri. Sementara aparat keamanan sudah dikerahkan untuk melakukan pengamanan di lokasi konflik. 

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Maluku Kompes Pol M Rum Ohoirat, Rabu (26/1/2022) mengatakan, bentrokan warga yang terjadi pada Selasa (25/1/2022) karena adanya kesalahpahaman antarwarga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

"Benar ada kesalahpahaman di sana, dan sudah kita dorong pasukan ke sana untuk membantu pengamanan. Dan Bapak Kapolda mengimbau kepada pihak-pihak berkonflik agar dapat menahan diri," katanya. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Warga Diminta Menahan Diri

Ia meminta untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan. Polisi juga sedang menyelidiki para aktor di balik insiden tersebut.

"Kami minta warga juga tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan, karena kita sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan," kata Kabid Humas.

Dia menerangkan, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Dandim beserta Bupati Maluku Tengah sedang menuju lokasi kejadian.

"Sekali lagi kami minta warga menahan diri, karena kami sedang melakukan penyelidikan. Kita akan mengambil tindakan tegas kepada para pihak yang terlibat dalam konflik itu," tuturnya.